Imigrasi Soetta Antisipasi WNA 'Overstay' akibat Perang Timur Tengah
- 01 Mar 2026 23:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta (Soetta) mengantisipasi adanya warga negara asing (WNA) yang berada di Indonesia melebihi batas waktunya ('over stay'). Tindakan ini dilakukan menyusul pembatalan sejumlah penerbangan ke Timur Tengah akibat perang di wilayah itu. .
Kepala Kantor Imigrasi Bandara Internasional Soetta Galih P Kartika Perdhana mengatakan bagi para WNA yang terdampak untuk segera melapor jika masa izin tinggalnya habis. "WNA yang tidak dapat meninggalkan Indonesia akibat situasi darurat, segera melapor ke kami," ujarnya, Minggu, 1 Maret 2026.
Galih menuturkan pelaporan ini bertujuan agar para WNA tersebut mendapatkan penanganan khusus. Penanganan akan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi 'force majeure' akibat gangguan penerbangan internasional.
"Kami terus memantau perkembangan situasi global dan melakukan langkah antisipatif. Ini untuk menjaga stabilitas pelayanan serta pengawasan keimigrasian," kata Galih.
Imigrasi Soetta juga menyiapkan langkah teknis di lapangan. Penyesuaian jumlah personel pada jam sibuk telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kedatangan penumpang.
Lonjakan ini bisa terjadi akibat perubahan jadwal penerbangan atau pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara-negara yang terdampak konflik. "Optimalisasi autogate dan unit analisis penumpang juga dimaksimalkan untuk menjaga kelancaran arus pemeriksaan," ujarnya.
Diketahui, sejumlah penumpang menuju Kuwait dan Qatar terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Minggu 1 Maret 2026. Walaupun kecewa, mereka hanya bisa pasrah dengan kondisi eskalisi di Timur Tengah.
Pantauan rri.co.id di Terminal 3 internasional, sejumlah penumpang tampak mendatangi konter informasi maskapai untuk memastikan jadwal keberangkatan mereka. Sebagian lainnya memilih bertahan di ruang tunggu keberangkatan, sambil menunggu kepastian jadwal.
Salah seorang calon penumpang tujuan Kuwait, Nur Iman, mengatakan ia tidak menerima informasi pembatalan dari pihak maskapai. "Biasanya maskapai menelepon jika ada perubahan jadwal penerbangan, tapi kali ini tidak ada informasi," ujarnya di Bandara Internasional Soetta.
Situasi di Timur Tengah sedang memanas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini meningggal dunia akibat serangan itu.
Iran membalas serangan itu ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk seperti Qatar dan Bahrain. Situasi ini membuat penerbangan sipil ke wilayah tersebut amat berbahaya.
Sejumlah maskapai penerbangan ke Timur Tengah ditunda sampai situasi aman. Akibatnya banyak penumpang ke wilayah tersebut tidak bisa berangkat sesuai jadwal, termasuk para WNA yang sudah habis masa tinggal di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....