Kedubes Iran Ungkap Jejak Intervensi AS Picu Konflik Berkepanjangan

  • 01 Mar 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia memaparkan rangkaian intervensi Amerika Serikat (AS) yang disebut memicu konflik berkepanjangan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers tertulis pada Minggu, 1 Maret 2026 dan menyoroti sejarah permusuhan kedua negara sejak 1953.

Berikut poin-poin intervensi AS terhadap Iran yang disampaikan Kedubes Republik Islam Iran di Indonesia:

1. Kudeta 1953 dan awal permusuhan modern

Intervensi Amerika disebut bermula dari kudeta 19 Agustus 1953 terhadap pemerintahan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh. Peristiwa tersebut dinilai menjadi titik awal permusuhan panjang antara Teheran dan Washington.

2. Sanksi pascarevolusi 1979

Setelah Revolusi Islam 1979, Amerika Serikat memberlakukan sanksi politik dan ekonomi terhadap Iran. Sanksi itu disebut bertujuan menggagalkan revolusi yang dinilai sebagai kehendak rakyat Iran.

3. Dukungan terhadap Irak dalam perang 1980-1988

Kedubes menyoroti dukungan Amerika kepada rezim Saddam Hussein dalam perang Irak-Iran selama delapan tahun. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 155.000 orang serta ribuan korban akibat serangan rudal dan udara.

4. Penembakan pesawat Iran Air 1988

Amerika Serikat disebut menembak pesawat penumpang Iran Air di Teluk Persia pada Juli 1988. Insiden itu menyebabkan 291 penumpang tewas, termasuk 66 anak-anak.

5. Dukungan terhadap organisasi yang disebut teroris

Kedubes menyebut adanya dukungan terhadap Organisasi Mujahidin Khalq dalam berbagai aksi kekerasan di Iran. Dokumen tersebut mencatat 17.000 korban teror yang disebut sebagai salah satu terbesar di dunia.

6. Peningkatan sanksi ekonomi sejak 2010

Amerika kembali meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Iran sejak 2010 dengan dalih yang dinilai tidak berdasar. Kebijakan tersebut disebut berdampak pada kesulitan ekonomi bagi masyarakat Iran.

7. Pembunuhan komandan militer pada 2020

Pernyataan itu menyinggung pembunuhan komandan senior militer Iran atas perintah Presiden Donald Trump. Insiden Januari 2020 di Baghdad disebut memperuncing ketegangan kedua negara.

8. Rangkaian serangan 2024-2025

Kedubes juga mencantumkan dukungan Amerika terhadap serangan Israel ke sejumlah target Iran. Termasuk serangan terhadap konsulat Iran di Damaskus dan fasilitas nuklir Iran pada 2025.

9. Peristiwa Januari dan Februari 2026

Dokumen tersebut menyoroti serangan 28 Februari 2026 yang menyasar lokasi sipil termasuk sekolah. Disebut pula pembajakan protes damai Januari 2026 yang menewaskan 2.427 orang dari total 3.117 korban jiwa.

Kedubes Iran menegaskan rangkaian peristiwa tersebut merupakan bagian dari pola intervensi panjang Amerika Serikat. Pernyataan itu menyimpulkan konflik terbaru tidak terlepas dari sejarah permusuhan kedua negara.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap Iran dalam pernyataan video. Trump menyebut serangan AS sebagai serangan "besar-besaran dan berkelanjutan" untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran.

"Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini. Dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita," ucap Trump dalam video tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026.

Trump juga mengatakan bahwa Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya. Program tersebut, kata dia, telah dibombardir oleh AS dan Israel pada Juni tahun 2025 lalu.

"Mereka menolak setiap kesempatan untuk mencapai ambisi nuklir mereka. Kita tidak bisa mentoleransinya lagi," kata Trump dalam pernyataannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....