Mulai Normal, Jemaah Umrah Berangkat dari Bandara Soetta

  • 01 Mar 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 80 jemaah umrah tetap berangkat melaksanakan ibadahnya ke Tanah Suci, Merah, Arab Saudi, Minggu 1 Maret 2026. Mereka diterbangkan maskapai Saudia Airlines melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sejatinya, tengah terjadi eskalasi di Timur Tengah yang menyebabkan pembatalan beberapa penerbangan. Tour Leader Agen Haji dan Umrah Ventour, Teguh Imam Santoso menyatakan penerbangan rombongannya tak mengalami penundaan atau pembatalan.

"Jemaah kami ada 80 jiwa dan seluruhnya berangkat tanpa ada penundaan. Semoga eskalasi Timur Tengah kembali normal," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta.

Teguh mengaku rombongannya telah berangkat sekitar pukul 19.00 WIB dan akan tiba pada Senin dini hari di Jeddah menggunakan maskapai Saudi Airlines. Terkait dengan situasi yang ada, Teguh mengimbau pada rombongannya agar memperhatikan informasi yang diberikan oleh pihaknya dan tak terpengaruh media sosial.

Sementara, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara terkait eskalasi yang terjadi di Timur Tengah. Terutama, terkat pemberangkatan sejumlah jemaah umroh dalam waktu dekat ini.

Menurut Dahnil, pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu. Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan pelindungan jemaah, pemerintah mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif.

Dahnil menegaskan langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara. “Kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Hal ini guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel. Maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata dia.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” ucap Dahnil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....