Kedubes Iran Apresiasi Indonesia Siap Mediasi Konflik dengan Israel-AS
- 01 Mar 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia terkait konflik yang terjadi. Kedubes Iran menyambut kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik yang sedang berlangsung.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia. Serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini," ujar siaran pers yang dirilis pada Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam pernyataan tersebut, Kedubes menilai langkah mediasi penting untuk meredakan ketegangan kawasan. Iran juga menegaskan perlunya sikap tegas terhadap tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
"Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia. Dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," ucap siaran pers tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan kesiapan pemerintah melalui siaran pers pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pemerintah menyatakan siap memfasilitasi dialog jika mendapat persetujuan para pihak yang berkonflik.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog. Bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak," ucap siaran pers tersebut.
Kemlu RI juga menegaskan Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran guna menjalankan upaya mediasi langsung. Menurut Pemerintah, eskalasi ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian global.
"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah," tulis Kemlu RI.
Situasi memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Serangan tersebut terjadi menyusul kegagalan Washington dan Teheran mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklir tidak langsung.
Selama proses diplomasi berlangsung, Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan peringatan keras. Ia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir serta menginginkan pembatasan ketat program rudal balistiknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....