Trump Konfirmasi Khamenei Meninggal, Iran Belum Beri Pernyataan Resmi

  • 01 Mar 2026 07:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara resmi mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social, Minggu 1 Maret 2026, pagi waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut peristiwa tersebut sebagai momentum bersejarah bagi rakyat Iran. Guna melakukan perubahan besar di negara mereka.

“Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, seperti dilansir Reuters.

Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya juga mengklaim adanya serangan gabungan yang menargetkan kediaman Khamenei di Teheran. Selain mengonfirmasi kematian Khamenei, Trump juga mengeklaim adanya perpecahan di dalam tubuh militer dan aparat keamanan Iran.

Ia menyebut banyak personel keamanan Iran yang enggan melanjutkan pertempuran. Mereka disebut mulai mencari perlindungan.

“Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC (Garda Revolusi), militer. Serta pasukan keamanan dan kepolisian lainnya, tidak lagi ingin bertempur, dan mereka mencari imunitas dari kami,” ucap Trump.

Hingga saat ini, pemerintah Teheran belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi Pemimpin Tertinggi maupun klaim desersi massal yang disampaikan Trump tersebut. Sebelumnya, kantor berita Iran, Tasnim News Agency dan Mehr News Agency, melaporkan bahwa Khamenei dalam kondisi “teguh dan tegar dalam memimpin medan perang.”

Pernyataan media pemerintah Iran itu muncul setelah seorang pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei telah terbunuh dan jenazahnya ditemukan. Sementara itu, Netanyahu juga mengklaim terdapat banyak indikasi bahwa Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen mengenai klaim tersebut. Saat ini informasi situasi di Iran masih belum pasti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....