Iran-AS Tegang, Kemlu: Status Siaga I KBRI Teheran Juni 2025 Belum Dicabut
- 28 Feb 2026 12:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Status Siaga I untuk Iran yang ditetapkan KBRI Teheran sejak Juni 2025 hingga saat ini masih diberlakukan, menyusul ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Kata Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam press briefing, Jumat, 27 Februari 2026 di Ruang Palapa, Jakarta.
Menurut Heni, status siaga yang masih diberlakukan itu juga diikuti dengan rencana kontingensi yang telah disiagakan. Ia menjelaskan, hal itu mencakup berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan.
“Status Siaga I untuk Iran yang telah ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih terus diberlakukan. Semua rencana kontingensi telah disiap-siagakan termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” ucap Heni menjelaskan.
Dilansir Aljazeera Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji tidak akan menyerah pada tekanan dari AS. Setelah Presiden Amerika, Donald Trump, mengatakan ia mempertimbangkan serangan terbatas untuk memaksa kesepakatan tentang program nuklir Teheran.
AS sendiri terus meningkatkan kehadiran militernya dengan mengerahkan dua kapal induk dan puluhan jet tempur di kawasan Teluk. Sementara, Iran dan AS melanjutkan pembicaraan tidak langsung tentang program nuklir Teheran di Oman awal bulan ini.
Meski demikian, ketegangan hubungan politik antara Iran dan AS disebut tidak mempengaruhi aktivitas WNI khususnya di Iran. Dari kontak langsung yang dilakukan KBRI Teheran, didapati hasil hingga saat ini tidak ada WNI yang menghadapi ancaman.
“KBRI di Teheran terus memantau dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI. Hingga saat ini belum terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” ujar Heni mengungkapkan.
Heni menambahkan, serta berdasarkan laporan KBRI Teheran, kondisi sejumlah kota di Iran bahkan terpantau berjalan normal dan kondusif. “Dan, bandara internasional maupun domestik juga masih beroperasi secara normal,” kata Heni.
Sementara, Iran dan AS melakukan pembicaraan secara tidak langsung dengan Oman sebagai perantara terkait nuklir. Iran setuju untuk tidak pernah menimbun uranium yang diperkaya, kata Menlu Oman Badr bin Hamad Al Busaidi, yang menggambarkan perkembangan tersebut sebagai terobosan besar.
Menlu Oman mengatakan, ia percaya masalah dalam kesepakatan antara Iran dan AS, dapat diselesaikan secara damai dan komprehensif dalam beberapa bulan. Ungkapnya dalam wawancara dengan CBS News di Washington, DC, setelah Oman menjadi perantara putaran ketiga pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran pada Kamis di Jenewa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....