Ketua D-8, Indonesia Matangkan Persiapan KTT pada April 2026
- 28 Feb 2026 12:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagai Ketua Developing 8 (D-8) Indonesia mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 yang akan dihelat pada 15 April 2026. Kata Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela dalam press briefing, Jumat, 27 Februari 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
“Terkait dengan persiapan D-8 yang summit-nya (KTT-red) akan dilaksanakan di bulan April. Kita terus melakukan berbagai preparation internally (persiapan internal-red) dan juga dengan negara-negara anggota,” ujar Nabyl menambahkan.
Persiapan internal Indonesia sebagai Ketua D-8 itu turut meliputi mengumpulkan konfirmasi kehadiran dari berbagai peserta. Mereka di antaranya terdiri atas para kepala negara anggota D-8.
“Kita juga terus menggalang konfirmasi kehadiran dari berbagai peserta, tamu-tamu pada tingkat kepala negara, tingkat wapres, wakil kepala negara, kepala pemerintahan dan menteri. Secara berkala nanti apabila sudah pada waktunya kita akan umumkan para tamu yang sudah konfirmasi untuk hadir,” kata Jubir II Kemlu RI memaparkan.
Menurut Nabyl, melalui persiapan KTT D-8, Indonesia juga memfokuskan agar 5 prioritas sebagai ketua dapat terlaksana dengan baik. “Salah satu dari 5 prioritas tersebut mengenai penguatan dari segi internal reformasi organisasi ini, juga penting untuk memastikan prioritas 4 lainnya dapat terlaksana,” ujarnya.
KTT D-8 ke-12 di bawah Keketuaan Indonesia akan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta. Namun, kegiatan ini akan diawali dengan pertemuan Tingkat Komisioner pada 12 – 13 April serta Tingkat Menlu pada 14 April 2026.
Sementara, Keketuaan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi, Developing 8 (D-8) dimulai pada 1 Januari 2026. Keketuaan Indonesia ini memfokuskan pada penguatan solidaritas dan kerja sama di Global South (Selatan Global).
Hal itu pun sejalan dengan tema utama yang diusung Indonesia dalam keketuaannya setelah Mesir. Yaitu, “Menavigasi Perubahan Global, Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.
Adapun lima prioritas Keketuaan D-8 Indonesia yaitu, integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal serta ekonomi biru dan transisi hijau. Kemudian, konektivitas dan transformasi digital serta reformasi organisasi D-8.
Sementara, Indonesia menjadikan filosofi kompas dan cahaya penuntun, sebagai logo Keketuaan D-8 2026. Salah satu unsurnya merupakan tradisi nusantara dan sansekerta menggambarkan pencerahan, arah yang benar, dan harapan kolektif.
D-8 dibentuk pada 15 Juni 1997 di Istanbul, dengan fokus pada kerja sama perdagangan, pertanian, energi, transportasi, pariwisata, dan industri. D-8 saat ini memiliki 9 negara anggota yaitu, Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....