Presiden Prabowo Prihatin tehadap Situasi di Tepi Barat, Palestina
- 26 Feb 2026 06:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Amman – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang berkembang di Tepi Barat, Palestina. Menurut Kepala Negara, dinamika yang terjadi di wilayah itu berpotensi memengaruhi berbagai upaya perdamaian, termasuk inisiatif terkait Gaza.
Presiden menyatakan kondisi tersebut dapat berdampak pada efektivitas langkah-langkah diplomasi dan kemanusiaan yang sedang ditempuh. "Kami sangat prihatin dengan masalah-masalah di Tepi Barat," katanya usai bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman, Amman, Yordania, Rabu, 25 Februari 2026 waktu setempat.
"Kami merasa bahwa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan dari apa pun yang kami coba lakukan di Gaza," ujar Presiden. Karena itu, Kepala Negara memandang pentingnya memperkuat koordinasi dengan Yordania dalam menyikapi perkembangan tersebut.
Presiden menyebut Yordania memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan wilaah Tepi Barat. Negara itu juga dinilai memiliki kedekatan historis dan politik dengan isu Palestina.
"Kami berharap kerja sama erat Indonesia dan Yordania akan memperkuat posisi kita,” ujarnya. Menurut Presiden, kedua negara berada di landasan yang sama mengenai isu di kawasan ini.
Karena itu, Kepala Negara menekankan Indonesia ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama dengan Yordania. Presiden juga memastikan tim dari Jakarta akan menjalin komunikasi intensif dengan Amman guna memantau situasi secara berkala.
"Saya rasa tim saya akan bekerja sama erat dengan tim Anda,” ucapnya. “Sehingga kita selalu memantau situasi dan mengetahui persis apa yang akan terjadi."
Situasi di Tepi Barat, Palestina, kembali memanas menyusul insiden perusakan dan pembakaran sebuah masjid. Aksi tersebut menjadi awal baru gelombang kekerasan oleh pemukim Israel di wilayah yang didudukinya itu pada bulan Ramadan.
Insiden itu menjadi bagian dari rangkaian kekerasan yang memicu kecaman internasional. Pemerintah Indonesia juga telah mengecam berbagai pernyataan dan tindakan yang dinilai berpotensi memperkeruh situasi di Palestina.
Salah satunya dari Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. Menurut dia, pendudukan Israel di Tepi Barat merupakan langkah yang dapat diterima.
Melalui pernyataan tertulis, Pemerintah Indonesia menyatakan hal tersebut tidak dapat diterima. “Tindakan Israel untuk mengambil alih wilayah-wilayah milik negara Arab termasuk Tepi Barat yang diduduki tidak dapat diterima,” ucap pernyataan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....