Organisasi Kerja Sama Islam Kutuk Serangan Teroris di Zamfara, Nigeria
- 25 Feb 2026 20:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jeddah - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras serangan teroris pada Jumat, 20 Februari 2026 di Negara Bagian Zamfara, Nigeria barat laut. Serangan ini mengakibatkan kematian puluhan warga sipil serta penculikan perempuan dan anak-anak.
Sekjen OKI, Hissein Brahim Taha menegaskan kembali posisi OKI yang teguh dalam mengutuk terorisme dan ekstremisme kekerasan dalam segala bentuk dan manifestasinya. Hissein menyatakan solidaritas penuhnya kepada pemerintah dan rakyat Nigeria serta menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga para korban.
Sekjen juga mendoakan kesembuhan yang cepat bagi para korban luka dan menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat semua perempuan dan anak-anak yang diculik. Ia menegaskan kembali dukungan OKI untuk upaya Nigeria dalam membangun keamanan, perdamaian, dan stabilitas.
Sementara, solidaritas kepada rakyat Nigeria pasca serangan teroris di Zamfara turut disampaikan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri menekankan UEA menyatakan kecaman kerasnya terhadap tindakan kriminal ini.
Kemlu UEA menegaskan pula penolakan tetapnya terhadap segala bentuk kekerasan, ekstremisme, dan terorisme yang bertujuan untuk merusak keamanan dan stabilitas. Selain itu, menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada keluarga para korban, pemerintah dan rakyat Nigeria atas serangan keji ini.
Sementara, sekitar 50 orang diperkirakan tewas dan beberapa wanita serta anak-anak diculik setelah pria bersenjata menyerang sebuah desa di negara bagian Zamfara, Nigeria barat laut. Hal itu diungkapkan seorang anggota parlemen negara bagian, Hamisu A. Faru, kepada Reuters.
Hamisu mengatakan para penyerang menyerbu desa Tungan Dutse mulai sekitar pukul 17.00 pada hari Kamis hingga sekitar pukul 03.30 pada hari Jumat. Para penyerbu membakar bangunan dan menembak penduduk yang mencoba melarikan diri.
"Mereka telah berpindah dari satu desa ke desa lain. Meninggalkan setidaknya 50 orang tewas," kata Faru kepada Reuters melalui telepon.
Abdullahi Sani, 41, seorang penduduk Tungan Dutse, mengatakan tiga anggota keluarganya tewas dalam serangan itu. "Tidak ada yang tidur kemarin, kami semua kesakitan," katanya.
Sehari sebelumnya, warga menghubungi pasukan keamanan dan otoritas lokal ketika mereka melihat lebih dari 150 sepeda motor yang membawa pria bersenjata. Tetap, peringatan itu diabaikan, kata Sani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....