Iran Siap Berunding dengan AS, Tegaskan Bela Diri

  • 24 Feb 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menegaskan kesiapannya untuk berunding dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya. Namun, negara tersebut tetap menegaskan akan membela diri jika AS mengambil tindakan militer, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 24 Februari 2026.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia mempertimbangkan serangan terbatas jika kesepakatan nuklir tidak tercapai. Putaran baru pembicaraan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa, di mana Teheran berharap dapat menemukan solusi diplomatik.

Namun, Iran juga menegaskan kesiapan menghadapi kemungkinan agresi militer dari Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa setiap serangan AS akan dianggap sebagai “tindakan agresi”.

Iran akan merespons setiap agresi tersebut sesuai haknya untuk membela diri. Trump sendiri menyebut ia mempertimbangkan serangan terbatas sebagai opsi jika kesepakatan nuklir gagal dicapai.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pembicaraan nuklir sejauh ini menunjukkan “sinyal yang menggembirakan”. Namun, Teheran tetap siap menghadapi semua kemungkinan sebelum putaran berikutnya.

Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran berkomitmen pada perdamaian dan stabilitas di kawasan. Putaran kedua pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran berlangsung di Swiss di bawah mediasi Oman.

Putaran ketiga dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 26 Februari 2026 di Jenewa, meskipun AS belum memberikan konfirmasi resmi. Oman menyebut pembicaraan ini memiliki dorongan positif untuk melangkah lebih jauh menuju penyelesaian kesepakatan.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara AS diwakili oleh Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner. Baghaei menolak klaim adanya kesepakatan sementara antara Iran dan Washington, menyebut spekulasi tersebut tidak berdasar.

Sementara itu, administrasi Trump telah memperkuat penempatan berbagai aset militer di Timur Tengah selama negosiasi berlangsung. Witkoff menyebut Trump mempertanyakan mengapa Iran belum menyerah di tengah peningkatan militer ini.

Baghei menekankan bahwa klaim kontradiktif tentang negosiasi bukan hal baru bagi Iran. Ia menyerahkan penilaian tentang pendekatan negosiasi kepada rakyat dan elit politik negara.

Ia juga menegaskan posisi Iran mengenai program nuklir dan pencabutan sanksi sangat jelas dan tegas. Baghaei menambahkan bahwa hasil negosiasi masih memungkinkan tercapai jika kedua pihak memiliki itikad baik dan keseriusan dalam prosesnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....