Meksiko Kerahkan Puluhan Ribu Tentara usai Kematian Bos Kartel
- 24 Feb 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kota Meksiko - Meksiko mengerahkan sekitar 10.000 tentara untuk meredam gelombang kekerasan yang pecah setelah kematian gembong narkoba paling dicari. Ia adalah Nemesio Oseguera alias “El Mencho”, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), dilansir dari CNA, Selasa, 24 Februari 2026.
Langkah tersebut diambil untuk mengendalikan situasi keamanan di berbagai wilayah terdampak. El Mencho tewas setelah terluka dalam baku tembak dengan tentara di negara bagian Jalisco.
Kabar kematiannya memicu kekacauan di berbagai wilayah. Anggota kartel memblokir jalan di sedikitnya 20 negara bagian serta membakar kendaraan dan bisnis.
Bentrokan yang terjadi menewaskan puluhan orang dari pihak pasukan keamanan dan tersangka kriminal, serta seorang warga sipil. Serangan terhadap sebuah penjara di Jalisco juga menyebabkan puluhan tahanan melarikan diri.
Warga dilaporkan bersembunyi di rumah sementara wisatawan berlindung di hotel selama akhir pekan penuh ketegangan. Meski situasi mulai terkendali, banyak bisnis tetap tutup dan aktivitas publik terganggu.
Pemerintah kemudian mengirim tambahan pasukan sehingga total pengerahan mencapai 10.000 personel. Di ibu kota negara bagian, Guadalajara, sekolah ditutup dan sebagian besar transportasi umum dihentikan.
Warga mengantre di toko untuk membeli kebutuhan pokok di tengah kekhawatiran akan eskalasi kekerasan. Situasi juga mengguncang kota wisata Puerto Vallarta, memicu peringatan perjalanan dari sejumlah negara dan pembatalan puluhan penerbangan.
Oseguera dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia kartel narkoba di Meksiko. Jalisco New Generation Cartel (CJNG) dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling brutal.
Para analis memperingatkan bahwa kematiannya berpotensi memicu perebutan kekuasaan internal yang dapat memperburuk kekerasan. Pemerintah Meksiko menyatakan operasi penangkapan dibantu oleh dukungan intelijen dari Amerika Serikat.
Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada pasukan AS yang terlibat langsung dalam penggerebekan. Pihak berwenang juga menyita berbagai senjata berat dan menangkap sejumlah tersangka selama operasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....