Kaisar Naruhito dan Sejarah Panjang Takhta Kekaisaran Jepang

  • 23 Feb 2026 15:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tokyo - Rakyat Jepang merayakan hari ulang tahun Kaisar Naruhito setiap tanggal 23 Februari. Perayaan ini mencerminkan panjangnya tradisi kekaisaran yang berakar pada sejarah dan legenda.

Menurut mitologi, kaisar pertama Jepang, Emperor Jimmu, diyakini merupakan keturunan Dewi Matahari Amaterasu. Ia naik takhta pada tahun 660 sebelum Masehi.

Mengutip Japan Guide, kisah tersebut sebenarnya tidak dianggap akurat secara historis. Namun, banyak kalangan sepakat bahwa para kaisar telah memerintah Jepang selama lebih dari 1.500 tahun dan berasal dari garis keturunan yang sama.

Simbol kekaisaran Jepang sendiri berupa bunga krisan berkelopak 16. Hingga kini, bunga krisan ini menjadi lambang resmi institusi monarki tersebut.

Sepanjang sejarah, kekuasaan efektif para kaisar kerap terbatas atau bersifat simbolis. Meski demikian, klan Fujiwara dan Hojo hingga pemerintahan militer klan Minamoto dan Tokugawa pun tetap menghormati posisi kaisar.

Mereka bahkan berupaya memperoleh legitimasi kekaisaran. Hal ini tidak lain untuk memperkuat keabsahan kekuasaan politik masing-masing.

Pada peristiwa Restorasi Meiji tahun 1868, pemerintahan militer shogun berhasil digulingkan. Emperor Meiji pun diangkat sebagai kepala negara.

Berdasarkan konstitusi saat itu, kaisar memegang kedaulatan penuh dengan kekuasaan politik dan militer yang secara teori nyaris absolut. Namun dalam praktiknya, kendali pemerintahan lebih banyak di tangan para oligark, beralih ke perdana menteri, jenderal, dan laksamana.

Situasi berubah drastis setelah Perang Dunia II. Konstitusi tahun 1946 menetapkan bahwa kaisar hanya memiliki fungsi simbolis tanpa kekuasaan politik nyata.

Sejak saat itu, peran utama kaisar lebih bersifat seremonial. Contohnya, seperti menghadiri acara kenegaraan dan kegiatan budaya.

Pada era modern, tahta kekaisaran dipegang oleh Emperor Naruhito yang naik takhta pada 2019 sebagai kaisar ke-126. Ia didampingi istrinya, Empress Masako, dalam menjalankan tugas representatif sebagai simbol negara dan persatuan rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....