Diplomasi Personal Presiden Prabowo Dinilai Jadi Kunci Kesepakatan Tarif AS

  • 22 Feb 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Diplomasi personal Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi salah satu faktor penting dalam kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.presiden.

Menurutnya, kedekatan antar kepala negara diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. "Dalam perundingan antar negara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak," kata Teddy, dikutip dari instagramnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo menjalankan perannya melalui pendekatan langsung kepada para pemimpin dunia. Diplomasi tersebut dinilai berkontribusi dalam tercapainya kesepakatan strategis kedua negara.

"Presiden Prabowo melakukan perannya sebagai seorang kepala negara/pemerintahan melalui diplomasi langsung. Tentunya juga kedekatan personal ke setiap kepala negara," ucapnya.

Teddy juga menyebut penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) sebagai momen bersejarah. Lantaran, kesepakatan tersebut ditandatangani langsung Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Apalagi di hari tersebut turut hadir lebih dari 15 kepala negara. Namun hanya Indonesia yang melakukan kesepakatan langsung," ujar Teddy.

Ia memastikan, terdapat pembicaraan tertutup dalam proses negosiasi tersebut. Meski demikian, ia memastikan, seluruh proses diarahkan untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

"Tentu di dalam perjanjian ada pembicaraan tertutup antara kedua belah pihak. Namun tujuannya untuk sebesar-besarnya memberikan keuntungan kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Teddy.

Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani ART di Washington D.C., Kamis,19 Februari 2026 waktu setempat. Dalam kesepakatan itu, tarif impor AS untuk barang Indonesia ditetapkan sebesar 19 persen, turun dari sebelumnya 32 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka tersebut termasuk yang terendah di kawasan ASEAN. Menurutnya, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia yang memperoleh tarif 0 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....