Indonesia Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen di tengah Dinamika AS
- 22 Feb 2026 13:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington D.C. - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia meminta Amerika Serikat tetap memberlakukan tarif impor nol persen bagi produk unggulan nasional. Permintaan mengenai kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) itu disampaikan di tengah dinamika kebijakan tarif di AS.
Perkembangan terbaru muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif darurat yang berlaku sejak tahun lalu. Sementara, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menggantinya dengan penerapan tarif global sebesar 10 persen.
"Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen. Tetapi (komoditas ekspor) yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap," ucap Airlangga dalam keterangan persnya di Washington, D. C., Amerika Serikat, Sabtu, 21 Februari 2026 waktu setempat.
Airlangga menjelaskan dalam dokumen ART terdapat waktu 60 hari bagi kedua negara untuk meratifikasi perjanjian. Maka implementasi kesepakatan tersebut berpotensi mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan kebijakan di masing-masing negara.
Menimbang situasi tersebut, Indonesia membuka opsi penerapan tarif impor 10 persen secara umum. Namun, pemerintah tetap meminta pembebasan tarif bagi komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan produk agrikultur lainnya.
Selain sektor agrikultur, pemerintah juga meminta agar tarif nol persen tetap berlaku bagi industri unggulan seperti tekstil dan pakaian jadi. Permintaan tersebut merujuk pada ketentuan yang telah tercantum dalam dokumen ART.
Airlangga menilai Indonesia masih memiliki peluang hukum untuk menikmati pembebasan tarif tersebut. Ia menyebut kebijakan tarif nol persen tertuang dalam perintah presiden yang berbeda dari aturan yang dibatalkan Mahkamah Agung AS.
Meski demikian, pemerintah masih menunggu perkembangan dalam 60 hari ke depan. "Jadi ini yang kita tunggu sampai dengan 60 hari ke depan," ujarnya.
Ia menambahkan Indonesia telah menyiapkan berbagai skenario menghadapi dinamika kebijakan tersebut. "Indonesia siap dengan berbagai skenario, keputusan MA AS ini sudah dibahas dengan USTR sebelum kita tandatangani," kata Airlangga.
Presiden Prabowo Subianto menanggapi putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sejumlah kebijakan tarif global Presiden Donald Trump. Kepala Negara memastikan, Indonesia menghormati proses politik di Amerika Serikat
Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan. Meski demikian, Trump kembali mengumumkan tarif impor global baru sebesar 10 persen.
“Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media di Washington, D. C., Amerika Serikat, Sabtu, 21 Februari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....