Indonesia Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza Jadi Bukti Pengakuan Dunia

  • 22 Feb 2026 01:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washintong DC - Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Indonesia bangga atas penunjukan sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) International Stabilization Force (ISF). Menurutnya peran Indonesia di ISF merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap rekam jejak Indonesia dan reputasi militer Indonesia.

"Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia. Kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," ujar Sugiono dalam keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat atau Sabtu 21 Februari 2026 waktu Jakarta.

Sugiono menjelaskan Indonesia menjabat sebagai Wakil Komandan ISF setelah menerima undangan langsung dari Amerika Serikat selaku Force Commander. Dalam operasi militer gabungan, posisi tersebut umumnya diberikan kepada negara dengan kontribusi pasukan terbesar.

Indonesia dinilai memenuhi kriteria tersebut karena berencana menurunkan hingga 8.000 personel TNI dalam operasi ISF di Gaza. Adapun total pasukan gabungan yang akan ditempatkan mencapai sekitar 20.000 personel.

"Dalam kaitannya dengan ISF ini, Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat, kemudian, ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang Operasi. Dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputy Commander operasi merupakan sesuatu penghormatan," kata Sugiono.

Penunjukan ini diharapkan mengakomodasi tujuan utama Indonesia mengirimkan pasukan ke Gaza untuk menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak. Pasukan perdamaian dapat terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan dan Indonesia tidak akan melakukan operasi militer dengan menerjunkan pasukan.

"Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan kemudian niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," katanya.

"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jasper dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.

Indonesia bergabung dalam ISF bersama Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania. ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza hingga terbentuknya pemerintahan sipil.

Jasper mengatakan ISF diberi mandat mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan konfrontasi. Pasukan TNI yang berpartisipasi dalam ISF akan ditugaskan untuk misi non-tempur, kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto membenarkan Indonesia diminta menjadi Wakil Komandan ISF. Bahkan, Indonesia menyatakan kesiapan mengerahkan 8.000 militer untuk bergabung dalam ISF.

"Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil," kata Presiden Prabowo usai pertemuan BoP.

“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lamalah, mungkin 1-2 bulan ini. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," ujar Presiden Prabowo terkait pengiriman personel pasukan Indonesia.

Pengiriman pasukan perdamaian merupakan salah satu bentuk kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam misi internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....