Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza Intern

  • 20 Feb 2026 13:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Indonesia akan mengambil peran sebagai wakil komandan dalam International Stabilisation Force (ISF) untuk Gaza. Pasukan tersebut dibentuk sebagai bagian dari rencana perdamaian internasional, dilansir dari CNA, Jumat, 20 Februari 2026.

Penunjukan ini diumumkan dalam pertemuan Board of Peace yang dipimpin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington. Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyatakan bahwa Indonesia telah menerima tawaran untuk menduduki posisi wakil komandan.

“Saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF. Dengan langkah awal ini, kami akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan yang makmur dan perdamaian yang langgeng,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia siap mengirim pasukan dalam waktu dua bulan. Pemerintah juga mempertimbangkan pengiriman tim pendahulu untuk melakukan pemetaan wilayah dan analisis risiko sebelum pengerahan utama dilakukan.

Indonesia sekaligus menegaskan bahwa negara tersebut dipercaya memegang peran kepemimpinan dalam misi tersebut. Sebelumnya, Indonesia menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 personel, dengan estimasi mobilisasi awal antara 5.000 hingga 8.000 pasukan.

Personel ISF akan bertugas menjaga stabilitas di Gaza dan ditempatkan di lima sektor operasi. Sektor tersebut adalah Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.

Fokus awal akan diarahkan pada wilayah Rafah serta pelatihan kepolisian lokal. Strategi jangka panjang mencakup pembentukan 12.000 polisi dan pengerahan 20.000 pasukan ISF di lapangan.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan militer bersifat kemanusiaan dan bukan operasi tempur. Kemlu juga memperingatkan bahwa Indonesia akan menarik diri jika pelaksanaan misi menyimpang dari mandat yang disepakati.

ISF beroperasi di bawah Board of Peace yang didukung resolusi United Nations Security Council. ISF dibentuk untuk memastikan rekonstruksi pascakonflik di Gaza berjalan efektif.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga berkomitmen mengirim personel, sementara Mesir dan Yordania akan membantu pelatihan kepolisian setempat. Jeffers ditugaskan memimpin operasi keamanan, mendukung demiliterisasi, serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berlangsung aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....