Tanggapan Kemlu RI Soal Latihan Maritim Filipina, AS dan Australia di

  • 19 Feb 2026 21:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Australia, Filipina, dan Amerika Serikat (AS) telah melaksanakan Kegiatan Kerja Sama Maritim (MCA) multilateral di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Laut Cina Selatan (LCS) ini dilaksanakan pada 15 – 16 Februari 2026.

Latihan bersama tiga negara tersebut, turut mendapatkan respons dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Melalui Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela, Kemlu RI menyebut kegiatan yang dilakukan oleh berbagai pihak di kawasan LCS diharapkan turut mendukung upaya Indonesia.

“Tentu kita tahu posisi kita kalau kita ingin kawasan ini (LCS-red) adalah yang memiliki stabilitas. Yang Indonesia sendiri juga memiliki banyak inisiatif mengupayakan confidence building measure (ukuran membangun kepercayaan diri-red) di kawasan,” ujar Nabyl Mulachela saat press briefing, Kamis, 19 Februari 2026, di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

“Sehingga, apapun yang dilakukan oleh negara-negara di sekitar kita diharapkan dapat mendukung upaya tersebut.”

Dilansir laman Kementerian Pertahanan Australia disebutkan partisipasi Australia menggarisbawahi komitmen terhadap kerja sama regional dan internasional. Yaitu, dalam mendukung Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur.

Australia mengklaim, MCA ini menunjukkan bagaimana Australia menjunjung tinggi hukum internasional dengan kebebasan navigasi dan penerbangan. Serta, penggunaan laut dan ruang udara internasional lainnya yang sah sebagaimana tercermin dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Australia menegaskan kembali bahwa Putusan Pengadilan Arbitrase Laut Cina Selatan tahun 2016 bersifat final dan mengikat secara hukum bagi para pihak. Serta, kerja sama kuat dan kemampuan bekerja sama, meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan Australia menanggapi tantangan keamanan bersama dengan para mitra.

Sementara, AS menegaskan MCA dilaksanakan dengan cara yang konsisten dengan hukum internasional. Serta, dengan memperhatikan keselamatan, hak navigasi, dan kebebasan semua negara.

AS menyatakan, bersama sekutu dan mitra menjunjung tinggi hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan serta penggunaan laut. Serta, wilayah udara internasional lainnya yang sah, dan penghormatan terhadap hak-hak maritim semua negara berdasarkan hukum internasional.

MCA yang dilaksanakan pada 15 – 16 Februari 2026 melibatkan fregat kelas Anzac Angkatan Laut Kerajaan Australia serta HMAS Toowoomba. Yang didukung oleh pesawat patroli maritim P-8A Poseidon Angkatan Udara Kerajaan Australia.

MCA juga melibatkan kapal Angkatan Laut Filipina, BRP Diego Silang, dan helikopter AW109 yang diangkutnya; pesawat FA-50PH dan A-29 Super Tucano Angkatan Udara Filipina. Kapal patroli Penjaga Pantai Filipina, BRP Teresa Magbanua, dan kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Dewey, serta pesawat patroli maritim P-8A Poseidon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....