Presiden: Efisiensi Anggaran Berhasil Hemat 18 Miliar Dolar AS

  • 19 Feb 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington D.C. - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan efisiensi anggaran menjadi prioritas awal pemerintahannya. Dalam tiga bulan pertama, Presiden mengatakan berhasil menghemat sekitar 18 miliar dolar AS.

“Dalam beberapa bulan pertama memimpin, saya telah menghemat anggaran negara sekitar 18 miliar dolar AS secara tunai. Penghematan ini berasal dari inefisiensi dan proyek-proyek yang tidak produktif,” kata Presiden di hadapan para pengusaha dalam forum roundtable Business Summit di Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026.

Presiden Prabowo membandingkan langkah efisiensi tersebut dengan upaya di Amerika Serikat melalui DOGE (Department of Government Efficiency). Presiden menilai kebijakan penghematan yang dijalankannya bahkan telah dimulai lebih awal.

“Mungkin ini mirip dengan apa yang sedang diupayakan di Amerika Serikat melalui DOGE. Namun harus saya katakan bahwa saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil,” ucap Presiden.

Presiden juga menyoroti kebiasaan belanja seremonial di berbagai institusi pemerintah. Ia menilai pengeluaran tersebut perlu dirasionalisasi agar anggaran lebih fokus pada kepentingan masyarakat.

“Ada banyak hal yang saya batalkan. Misalnya, setiap institusi pemerintah menghabiskan cukup banyak uang untuk upacara atau seremonial,” ujarnya.

Selain itu, Presiden memangkas anggaran perjalanan dinas luar negeri yang dinilai tidak selalu relevan. Ia menilai banyak persoalan nasional dapat diselesaikan tanpa studi banding mahal ke luar negeri.

Presiden mencontohkan studi banding pengentasan kemiskinan ke Australia yang dinilai kurang efektif. Menurutnya, negara tersebut justru termasuk sepuluh negara terkaya dunia.

“Lucunya saat mereka mengirim tim ke sana,, saat itu sedang musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi," ucap Presiden.

Presiden juga menyinggung studi banding lain ke Jepang yang berlangsung saat masa libur Natal. "Saya bertekad untuk bersikap rasional, hal-hal seperti inilah yang saya coba rasionalkan," ujar Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....