Perundingan Rusia Ukraina Berakhir tanpa Terobosan di Jenewa
- 19 Feb 2026 13:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jenewa — Perundingan antara Rusia dan Ukraina di Jenewa berakhir tanpa terobosan berarti setelah dua hari pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat. Kedua pihak menggambarkan negosiasi sebagai sulit meski berlangsung secara profesional, sementara Washington terus menekan agar perang segera diakhiri.
Melansir dari Al Jazeera, Kamis, 19 Februari 2026, sesi pembicaraan hari pertama berlangsung selama beberapa jam. Sementara itu, pertemuan hari kedua jauh lebih singkat, yang dinilai sejumlah pengamat bukan pertanda positif.
Isu utama yang menjadi hambatan adalah persoalan wilayah. Moskow mendorong Kyiv untuk menyerahkan sisa wilayah Donetsk yang belum dikuasai pasukan Rusia.
Pemerintah Ukraina menolak tuntutan tersebut dan meminta jaminan keamanan yang kuat dari sekutu Barat untuk mencegah serangan di masa depan. Negosiator Rusia Vladimir Medinsky menyebut pembicaraan berlangsung sulit namun konstruktif.
Ia juga mengatakan bahwa perundingan lanjutan akan segera digelar tanpa menyebutkan tanggal pasti. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ada kemajuan dalam pembicaraan, tetapi perbedaan posisi masih besar.
Zelenskyy juga mengkritik tekanan publik dari Donald Trump yang meminta Ukraina membuat konsesi. Ia juga menegaskan bahwa rakyat Ukraina akan menolak rencana yang mengharuskan penyerahan wilayah melalui referendum.
Zelenskyy menyatakan bersedia membahas isu wilayah jika disertai jaminan keamanan yang kuat. Ia menegaskan kekhawatiran bahwa konsesi dapat memberi waktu bagi Rusia untuk memulihkan kekuatan militernya.
Di sisi lain, Rusia tetap bersikeras agar keuntungan wilayahnya diakui dan Ukraina tidak bergabung dengan NATO. Rusia juga menolak kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....