Cerita Mahasiswa Indonesia di Taiwan, Imlek di Tanah Air Lebih Meriah
- 18 Feb 2026 21:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta-Mahasiswa Indonesia di Taiwan, Harry Fransisco perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Taiwan berlangsung meriah. Namun menurutnya perayaan Imlek di Indonesia lebih meriah dengan berbagai tradisi yang tidak ditemukan di Taiwan.
Ia mencontohkan tradisi berkunjung ke keluarga besar yang berlangsung berhari-hari, sementara di Taiwan, hanya saat malam Imlek. Kemudian banyak pertunjukan naga dan barongsai yang berlangsung meriah dengan mudah ditemukan di Indonesia.
"Indonesia banyak pertunjukan naga dan barongsai, sedangkan disini sudah lebih sedikit, tidak sebanyak Indonesia. Di sini sudah lebih jarang berkunjung, paling hanya kumpul saat malam Imlek dan sisanya jalan-jalan sendiri atau bersama,"kata Harry kepada RRI.CO.ID, Rabu, 18 Februari 2026.
"Di Indonesia keluarga besar masih saling berkunjung pada hari-hari Imlek, terutama di kota-kota banyak Chinese seperti Pontianak. Bahkan berkunjung berlangsung berhari-hari karena banyak keluarga," ujarnya.
Pada Tahun Baru Imlek, mahasiswa Indonesia di Taiwan merayakan dengan makan bersama. Atau memenuhi undangan mahasiswa lokal untuk makan malam sehingga Imlek tetap meriah kendati jauh dari keluarga.
"Kami liburan bersama teman, makan bersama teman-teman. Atau kadang ada yang diundang utk ikut makan bersama teman lokal Taiwan sehingga tidak sendirian ketika Imlek,"katanya.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 merupakan tahun ke-empat bagi Harry sehingga ia mengetahui betul suasana Imlek di Taiwan. Warga Taiwan memanfaatkan momen Imlek dengan pulang kampung dan pemerintah menetapkan libur panjang panjang Imlek mulai 14-22 Februari 2026.
Harry mengatakan suasana Imlek sama dengan suasana Idul Fitri di Indonesia. Kota-kota besar sepi ditinggal warganya yang mudik ke kampung halaman.
"Banyak perantau terutama di Kota Taipei yang mudik pulkam kayak lebaran di Indonesia. Kota-kota seperti Taipei, Hsinchu terasa sepi selama Imlek karena semua pulang libur sejak 14 Februari 2026,"kata Harry.
Harry mengatakan toko-toko pribadi tutup namun untuk bagian pelayanan dan hiburan tetap beroperasi seperti biasa. Harry menjelaskan kemeriahan Imlek terlihat diberbagai sudut kota di Taiwan.
Perayaan Imlek dimeriahkan dengan berbagai even seperti pertunjukan lampion, kembang api, drone, kuliner, bazaar dan pameran Chinese New Year. Suasana semakin meriah dengan masyarakat yang berbelanja karena pihak pusat perbelanjaan memberikan potongan harga atau diskon besar-besaran selama Imlek.
"Semua orang pasti pulang untuk makan malam bersama di malam Imlek, banyak event-event besar dan acara besar, sehingga jadi daya tarik tersendiri. Promo besar-besaran, sehingga banyak belanja di saat Imlek,"ujarnya.
Bagi rakyat Taiwan, Imlek menjadi momen berkumpul bersama keluarga besar, makan bersama di restoran atau rumah. Tidak heran, restoran selalu ramai atau full booked oleh pengunjung yang merayakan Imlek bersama keluarga.
Umumnya mereka makan dengan konsep hotpot (huoguo 火鍋) yang berisikan sayur mayur, daging sapi dan daging babi. Makan hotpot menjadi tradisi bagi masyarakat di Asia Timur, mereka duduk satu meja dengan menikmati hidangan di hotpot dengan suasana kekeluargaan yang sangat kuat.
"Semua habis diborong (di pusat perbelanjaan ) untuk makan hotpot di rumah bersama keluarga besar. Terus ada bagi-bagi angpao kepada sanak saudara,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....