Penembakan di Arena Hoki Es Pawtucket Timbulkan Tiga Korban Jiwa
- 18 Feb 2026 18:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Insiden penembakan terjadi di arena hoki es Dennis M. Lynch, Pawtucket, Rhode Island, Amerika Serikat, Senin 16 Februari 2026. Sebuah pertandingan hoki es remaja dikabarkan sedang berlangsung saat penembakam terjadi.
Menurut pihak kepolisian setempat, pelaku yang teridentifikasi yakni Robert Dorgan alias Roberta Esposito. Robert membuka tembakan secara tiba-tiba di tengah-tengah pertandingan.
Suara tembakan berlangsung cepat dan membuat pemain serta penonton panik dan lari berhamburan. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia termasuk pelaku akibat tembakannya sendiri.
Salah satu pemain, Olin Lawrence mengatakan bahwa dia berlari ke dalam ruang ganti setelah tembakan terdengar.
"Kami berdesakan di depan pintu dan berusaha tetap aman di dalam sana. Itu sangat menakutkan, kami sangat gugup," katanya kepada media.
Korban lain yang meninggal dunia adalah mantan istri dan anak laki-laki dari Robert. Sementara tiga orang lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Saksi mengatakan sempat ada upaya warga untuk menghentikan pelaku. Namun insiden terlanjur menyebabkan kehilangan nyawa.
Kepala Kepolisian Pawtucket, Tina Goncalves, menyatakan bahwa tragedi ini tampaknya bersifat 'targeted', atau terencana pada anggota keluarga pelaku sendiri. Investigasi awal mengarah pada konflik keluarga sebagai latar belakang kejadian, meski penyelidik masih menggali motif lengkapnya.
Goncalves mengatakan polisi sedang menelaah rekaman siaran langsung laga, sekaligus meminta bantuan saksi yang hadir untuk memberi keterangan. Penyelenggaraan acara hoki remaja itu otomatis berakhir saat kejadian, dan warga serta pemain dievakuasi segera oleh petugas keamanan.
Pelatih timnas hoki es Amerika Serikat Olimpiade 2026, Mike Sullivan mengatakan ini merupakan tragedi yang memilukan. Sullivan merasa tragedi ini terasa dekat karena dirinya juga berkecimpung dari dunia hoki es.
Sullivan menyampaikan belasungkawa untuk keluarga dan teman korban. Hal itu ia sampaikan selama konferensi pers di Olimpiade Milan.
"Doa kami tertuju kepada para korban penembakan di arena es di Pawtucket. Hal itu tentu saja sangat dekat dengan hati saya, karena saya tumbuh besar di Massachusetts dan dua pelatih kami berasal dari Rhode Island," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....