Menlu RI dan Sekjen PBB Bertemu, Bahas Kemerdekaan Palestina

  • 17 Feb 2026 19:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres. Pertemuan keduanya di gelar di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Senin, 16 Februari 2026 waktu setempat.

Guterres dan Sugiono membahas situasi terkini di Gaza, Palestina dan upaya mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Menteri Sugiono juga kembali menegaskan partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.

“Posisi kami jelas keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB. Visi solusi dua negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Selasa, 17 Februari 2026.

Sugiono mengatakan komitmen Indonesia untuk menggunakan berbagai platform dan mekanisme multilateral untuk mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi perjuangan rakyat Palestina. Indonesia, yakin bahwa sistem multilateral adalah pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.

Sugiono juga menyampaikan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu 18 Februari waktu setempat. Sidang dewan untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Selanjutnya, Presiden Prabowo akan menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada Kamis, 19 Februari 2029. Sementara itu, Guterres mengapresiasi komitmen Indonesia yang secara konsisten mendukung perdamaian di Palestina.

Sugiono dan Guterres membahas perkembangan situasi keamanan dan pembangunan global, termasuk berbagai isu strategis di kawasan. Guterres menilai Indonesia sebagai mitra kunci dalam penguatan sistem multilateral.

Guterres juga menyampaikan keprihatinannya atas situasi di Tepi Barat, karena Isral secara nyata melanggar hukum internasional dan Resolusi PBB. Oleh sebab itu, Guterres menilai penting bagi negara-negara Muslim, termasuk Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, untuk memainkan peran konstruktif dalam Board of Peace.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....