Libur Panjang Imlek Diharapkan Dongkrak Ekonomi Tiongkok
- 17 Feb 2026 13:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Beijing - Pemerintah Tiongkok berharap libur panjang Tahun Baru Imlek tahun ini mampu memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional. Dengan durasi libur yang diperpanjang, otoritas menargetkan peningkatan konsumsi domestik sebagai prioritas utama di tengah perlambatan ekonomi global.
Selama periode Festival Musim Semi yang berlangsung 40 hari, pemerintah memperkirakan akan terjadi sekitar 9,5 miliar perjalanan penumpang di seluruh negeri. Angka tersebut meningkat dari 9 miliar perjalanan pada tahun lalu, dilansir dari The Guardian, Selasa, 17 Februari 2026.
Ratusan juta warga akan melakukan perjalanan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga. Arus mudik tahunan yang dikenal sebagai chunyun ini tetap menjadi migrasi massal terbesar di dunia.
Libur resmi Tahun Baru Imlek berlangsung pada 15 hingga 23 Februari, dengan Hari Tahun Baru jatuh pada 17 Februari. Tahun ini menandai dimulainya Tahun Shio Kuda, yang dalam tradisi Tiongkok melambangkan optimisme dan peluang.
Pemerintah berharap momentum perayaan dapat menggerakkan permintaan domestik. Departemen Propaganda Provinsi Jiangsu menyebut konsumsi selama liburan berpotensi memicu vitalitas ekonomi.
Pemerintah pusat berencana menerbitkan lebih dari 360 juta yuan (Rp878 miliar) dalam bentuk voucher konsumsi guna mendorong belanja masyarakat. Analis menilai perayaan Imlek selalu menjadi momen penting bagi sektor ritel dan jasa.
Pemerintah telah menegaskan bahwa peningkatan konsumsi akan menjadi fokus dalam Rencana Lima Tahun berikutnya. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional juga tengah menyiapkan rencana aksi untuk memperluas permintaan domestik dalam lima tahun ke depan.
Sektor jasa, termasuk perawatan lansia, hiburan, dan layanan kesehatan, dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Industri perfilman turut menjadi andalan selama periode Imlek, yang dikenal sebagai musim puncak penonton bioskop.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....