Mendikti Malaysia Dukung Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia
- 16 Feb 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Zambry Abd. Kadir menyatakan pihaknya mendukung sepenuhnya kerja sama pendidikan tinggi dengan Indonesia. Kata Zambry saat menghadiri “The Malaysia Alumni Icon Awards & Outlook Forum”, Minggu, 15 Februari 2026, malam di Jakarta.
“Malam ini bukan sekadar resepsi makan malam, tetapi reuni pikiran dan hati, sebuah perayaan perjalanan bersama yang melampaui batas-batas. Ketika saya berada dalam suasana seperti ini, hal itu sebenarnya mengingatkan kita akan pentingnya hubungan antara kedua negara ini,” ujar Mendikti Malaysia menambahkan.
“Karena, ini bukan hanya hubungan antar lembaga atau di bidang pendidikan saja. Ini jauh melampaui bidang pendidikan.”
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah peradaban bersama yang disebutnya membangun ekologi intelektual nusantara. Ia menjelaskan, ini merupakan proses membangun pengetahuan antara kedua negara yang saling menguntungkan satu sama lain.
“Di masa saya, saya masih ingat ketika saya masih muda, ribuan mahasiswa Malaysia datang untuk belajar di sini (Indonesia-red). Bahkan, baru-baru ini, untuk pengetahuan semua saudara dan saudari saya, sebuah makan malam besar diadakan di Malaysia,” katanya dalam acara yang dihelat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) Malaysia dan Education Malaysia Global Services (EMGS).
Zambry menjelaskan, hubungan antar masyarakat yang terjalin baik, berdampak positif pada terbangunnya rasa saling percaya kedua negara. Seperti, yang tercermin dalam pertemuan para alumni di Jakarta.
“Saling percaya, karena kita belajar di Malaysia, yang ini belajar di Indonesia, iulah mengapa kita dapat menyelesaikan masalah apa pun bersama-sama. Jadi, lanjutkan hubungan jaringan alumni ini dan Insya Allah, dari pihak pemerintah Malaysia, kami akan terus memberikan dukungan ini,” ujar Mendikti Malaysia menekankan.
Komitmen memperkuat kolaborasi strategis di bidang pendidikan tinggi turut disampaikan Ketua EMGS Ahmad Shalimin Ahmad Shaffie pada kesempatan yang sama. Ahmad memastikan, pihaknya selalu siap memberikan bantuan dan dukungan dalam setiap inisiatif yang disampaikan.
“Kami selalu siap memberikan bantuan dan dukungan dalam setiap inisiatif yang dapat memperkuat hubungan dan membawa manfaat bersama. Kami juga akan terus berkomitmen untuk memperkuat jaringan dan menghubungkan alumni, mahasiswa internasional, dan lembaga pendidikan tinggi Malaysia,” kata Ahmad.
Sementara, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, ia merampungkan program studi pengelolaan wakaf di salah satu universitas Malaysia pada 2025. Mahyeldi mengharapkan, ilmu yang diperolehnya dari studi S2 nya itu bisa turut dimanfaatkan oleh masyarakat luas utamanya dalam upaya membangun daerah.
“Mudah-mudahan ini juga akan menjadi bagian nantinya dalam rangka untuk penguatan dan peningkatan wakaf. Kemudian, juga kesan masyarakat untuk menggunakan wakaf ini sebagai instrumen dalam rangka untuk pembangunan di daerah,” kata Gubernur Sumbar yang turut mendapatkan penghargaan The Malaysia Alumni Icon Awards.
Sementara, saat ini terdapat sekitar 11,433 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi Malaysia. Sedangkan, secara khusus Malaysia menargetkan jumlah mahasiswa internasional yang berkuliah di negara itu mencapai 250.000 orang pada 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....