Ketahui Berbagai Cerita Legenda Kuno Imlek dari Tiongkok

  • 13 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Tahun Baru Imlek segera tiba dan kembali dirayakan dengan berbagai tradisi yang telah berlangsung ribuan tahun. Perayaan ini memiliki sejarah lebih dari 3.800 tahun, sementara catatan tertulis paling awal tentang Tiongkok berasal dari sekitar 1250 SM.

Melansir dari Tatler Asia, Jumat, 13 Februari 2026, salah satu legenda paling terkenal adalah kisah Monster Nian. Dalam cerita rakyat, Nian digambarkan sebagai monster laut bertaring tajam dan bertanduk.

Nian muncul setiap Tahun Baru untuk menyerang desa-desa dan memangsa ternak. Ketakutan, penduduk terpaksa mengungsi ke pegunungan setiap kali monster itu datang.

Keadaan berubah ketika seorang dewa yang menyamar sebagai pria tua bijak menolak bersembunyi. Ia menghias rumahnya dengan warna merah, membakar bambu hingga menimbulkan suara keras, serta menyalakan lilin.

Ternyata, suara keras dan warna merah membuat Nian ketakutan dan tidak pernah kembali. Dari sinilah tradisi penggunaan warna merah dan petasan saat Imlek dipercaya bermula.

Legenda lain yang tak kalah populer adalah perlombaan zodiak yang diadakan oleh Kaisar Giok. Dua belas hewan diundang untuk mengikuti perlombaan, dan urutan kedatangan mereka menentukan posisi dalam kalender zodiak Tiongkok.

Tradisi pemberian angpao juga memiliki kisah tersendiri. Dalam legenda, Iblis Sui dipercaya muncul pada malam Tahun Baru untuk mengganggu anak-anak.

Delapan koin yang dibungkus kertas merah diyakini memancarkan cahaya yang mengusir iblis tersebut. Sejak saat itu, pemberian amplop merah dipercaya membawa perlindungan dan keberuntungan.

Selain itu, tradisi menempelkan tulisan atau hiasan merah di pintu rumah berkaitan dengan kisah Dewa Pintu Shentu dan Yulei. Gambar atau tulisan merah dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa berkah.

Sementara itu, legenda Dewi Nüwa menjelaskan asal-usul manusia dan pangsit. Nüwa diyakini menciptakan manusia dan memperbaiki langit serta bumi.

Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat membentuk adonan menyerupai telinga dan mengisinya dengan daging serta sayuran, yang kemudian dikenal sebagai pangsit. Beragam mitos ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek, memperkaya makna budaya sekaligus mempererat tradisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....