Sejarah Panjang Perayaan Tahun Baru Imlek Tiongkok

  • 12 Feb 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Sejarah Tahun Baru Imlek di Tiongkok telah berlangsung lebih dari 4.000 tahun. Hari Istimewa tersebut menjadi salah satu tradisi tertua yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Melansir dari Hindustan Times, Kamis, 12 Februari 2026, perayaan ini juga dikenal sebagai Tahun Baru Lunar. Momen tersebut menandai datangnya musim semi dan menjadi waktu penting bagi keluarga untuk berkumpul serta menghormati leluhur.

Akar perayaan ini berasal dari festival panen kuno. Pada masa itu, masyarakat Tiongkok merayakan berakhirnya musim panen pada musim gugur, yang diyakini berlangsung sekitar bulan ke-10 dalam kalender lunar.

Pada Periode Negara-Negara Berperang, dikenal upacara “Nuo Besar” yang bertujuan mengusir roh jahat. Tradisi membersihkan rumah sebelum tahun baru juga mulai berkembang pada masa tersebut sebagai simbol menyambut awal yang baru.

Catatan tertulis mengenai perayaan Tahun Baru muncul pada Dinasti Han. Pada masa itu, penghormatan kepada leluhur dan persembahan kepada dewa menjadi bagian penting dalam perayaan.

Petasan digunakan untuk mengusir makhluk legendaris bernama Nian. Buku ‘Simin Yueling’ mencatat bagaimana keluarga menyajikan arak lada kepada orang tua dan mendoakan kesehatan mereka sebagai bagian dari tradisi.

Memasuki Dinasti Tang, perayaan semakin meriah dan sarat dengan kegiatan budaya. Tradisi tarian singa mulai populer, diikuti berkembangnya seni gunting kertas dan berbagai dekorasi khas.

Pada Dinasti Qing, pasar kuil dan festival lampion menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan. Orang tua juga memberikan uang kepada anak-anak yang dikenal sebagai Ya Sui Qian sebagai simbol doa dan harapan baik.

Pada 1912, Tiongkok beralih ke kalender Gregorian, namun perayaan Tahun Baru tetap mengikuti kalender lunar. Sun Yat Sen memutuskan meninggalkan kalender lunisolar tradisional dalam sistem resmi negara.

Pada abad ke-20, khususnya selama Revolusi Kebudayaan, perayaan ini secara resmi diganti namanya menjadi Festival Musim Semi. Sebutan tersebut masih digunakan di Tiongkok hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....