Warga Sudan Lakukan Kuncitara, WNI Diminta Waspada
- 18 Apr 2023 05:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Khartoum: Pertempuran antarfaksi yang sedang terjadi di Sudan, terutama ibu kota Khartoum, memaksa orang-orang berlindung di rumah. Warga sipil diminta melakukan kuncitara atau karantina wilayah demi keselamatan nyawa.
Hingga Senin (17/4/2023) dilaporkan sudah ratusan korban jiwa jatuh akibat pertempuran antara militer dan paramiliter. Seperti dilaporkan Utusan Khusus PBB di Sudan jumlah korban jiwa sudah tembus 186 orang.
Pertempuran hingga saat ini masih terus berlangsung. “Tidak jelas pasukan mana yang mengendalikan lokasi mana,” ucap Hiba Morgan, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Khartoum.
Morgan menggambarkan para penduduk benar-benar mengalami ketidakpastian. Hampir semua lokasi diberlakukan kuncitara, bahkan sulit untuk bisa meninggalkan rumah.
“Orang-orang bersenjata di lapangan tidak selalu setuju dengan pergerakan masyarakat. Jadi kami telah dikunci selama tiga hari terakhir,” kata Morgan, masih seperti dilansir dari Al Jazeera.
Sementara Kementerian Luar Negeri RI menyatakan belum ada laporan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban pertempuran. Namun semua orang Indonesia diminta waspada dan mematuhi kuncitara.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam keterangannya kepada RRI, Senin (17/4/2023), sudah berkoordinasi dengan KBRI Khartoum. “Bantuan logistik kepada WNI telah diberikan bagi yang membutuhkan,” katanya.
Kemlu berpesan kepada WNI yang ada di Sudan untuk saling menjaga komunikasi. Segera melapor jika berada dalam situasi gawat darurat ke nomor hotline, +2497978701, +24990079060, dan +249900105466.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....