Profil dan Perjalanan Hidup Jeffrey Epstein

  • 03 Feb 2026 13:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, New York - Jeffrey Epstein dikenal sebagai finansier kaya asal Amerika Serikat. Ia memiliki jaringan luas dengan berbagai tokoh berpengaruh dunia, mulai dari politisi, pebisnis, hingga selebritas.

Melansir dari Britannica, Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn, New York, dan tumbuh di lingkungan kelas pekerja. Sejak usia muda, ia menunjukkan kecerdasan menonjol di bidang matematika dan fisika.

Ia sempat menempuh pendidikan di Cooper Union dan New York University, meski tidak menyelesaikan gelarnya. Epstein juga pernah mengajar di Dalton School, sebuah sekolah elit di Manhattan.

Karier Epstein di dunia keuangan dimulai pada 1976 saat bekerja di Bear Stearns sebagai asisten trader. Ia kemudian menjadi trader opsi dan mitra terbatas sebelum keluar dan mendirikan perusahaan konsultan keuangan sendiri.

Pada 1988, Epstein mendirikan J. Epstein and Company yang diklaim hanya mengelola dana klien-klien miliarder. Leslie H. Wexner tercatat sebagai klien publik utama dari perusahaan tersebut.

Hubungan ini membuat Epstein mengumpulkan kekayaan besar, termasuk properti mewah, pulau pribadi di Kepulauan Virgin, serta pesawat pribadi. Epstein aktif dalam lingkaran sosial kelas atas dan mendirikan Jeffrey Epstein VI Foundation yang mendukung pendidikan serta penelitian sains.

Namun, citranya runtuh setelah muncul tuduhan serius terkait pelecehan dan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur. Pada 2005, penyelidikan dimulai setelah laporan bahwa Epstein membayar gadis remaja untuk layanan pijat.

Ia kemudian mencapai kesepakatan hukum pada 2008 yang hanya menjatuhkan hukuman ringan, keputusan yang menuai kritik tajam. Kasus Epstein kembali mencuat pada 2018 setelah laporan investigasi media mengungkap dugaan perdagangan seks yang melibatkan banyak korban.

Pada 2019, ia akhirnya ditangkap dan didakwa atas tuduhan perdagangan seks serta konspirasi. Ia ditahan tanpa jaminan di Metropolitan Correctional Center, New York.

Namun, pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal di selnya, dengan pihak berwenang menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri. Kematian Epstein memicu kemarahan publik, gugatan hukum dari para korban, serta berbagai teori konspirasi.

Banyak korban menyatakan kekecewaan karena Epstein tidak pernah diadili. Hingga kini, kasus Jeffrey Epstein tetap menjadi simbol besar tentang penyalahgunaan kekuasaan, impunitas, dan kegagalan sistem hukum dalam melindungi korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....