PBB: Anak-Anak Paling Terdampak Krisis Gaza

  • 31 Jan 2026 21:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, New York - Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric menggambarkan situasi masih "mengerikan" bagi ratusan ribu keluarga di seluruh Jalur Gaza yang masih sangat membutuhkan bantuan. Hal itu disampaikan Dujarric dalam konferensi pers di New York, Amerika Serikat, Selasa, 27 Januari 2026.

“Meskipun terjadi peningkatan kecil dalam bantuan kemanusiaan, situasi di Gaza tetap "mengerikan". Dengan anak-anak termasuk yang paling terdampak oleh kekurangan tempat tinggal, layanan dasar, dan pendidikan,” ujar Dujarric menambahkan.

Mitra kesehatan PBB telah memperluas layanan dasar dalam beberapa hari terakhir, sebagai bagian dari kampanye vaksinasi susulan yang diluncurkan minggu lalu. Yaitu, lebih dari 6.000 anak di bawah usia tiga tahun kini telah menerima suntikan untuk melindungi dari penyakit yang dapat dicegah.

Mengenai ketahanan pangan, PBB dan para mitranya menyediakan ransum roti harian kepada setidaknya 43 persen penduduk. Baik secara gratis atau dengan harga subsidi yang sangat rendah, kurang dari USD1 untuk satu bundel dua kilogram.

Bantuan ini dilengkapi dengan distribusi tepung terigu bulanan ke rumah-rumah, yang menjangkau 1,2 juta orang bulan ini. Bantuan tempat tinggal dan musim dingin juga meningkat.

Selama minggu lalu, mitra kemanusiaan telah mengirimkan tenda, terpal, perlengkapan penutup, kasur, dan selimut kepada lebih dari 7.500 keluarga. Sementara 1.400 anak menerima pakaian musim dingin.

“Sejak Rabu, mitra kami telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan voucher tunai dan dukungan perlengkapan musim dingin berupa barang. Mereka juga telah memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial serta bantuan manajemen kasus kepada ratusan orang,” ucap Dujarric.

Dujarric mengungkapkan, lebih dari satu juta orang masih membutuhkan dukungan tempat tinggal yang mendesak. “Perlunya solusi jangka panjang seperti perlengkapan perbaikan rumah, ruang pemanas komunal, dan peralatan untuk membersihkan puing-puing dan reruntuhan,” ujarnya menekankan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....