Denmark Sambut Positif Pembicaraan Konstruktif AS soal Greenland

  • 30 Jan 2026 14:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Denmark menyambut positif pertemuan awal dengan Amerika Serikat terkait isu Greenland yang digelar di Washington. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyatakan dirinya kini lebih optimistis, dilansir dari France24, Jumat, 30 Januari 2026.

Hal itu disampaikan setelah pembicaraan tingkat pejabat senior berlangsung dalam suasana yang sangat konstruktif, meski belum menghasilkan penyelesaian konkret. Rasmussen mengatakan, pertemuan lanjutan telah direncanakan sebagai bagian dari proses diplomasi yang sedang berjalan.

Perundingan ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk mengambil alih Greenland. Sebelumnya, ancaman tersebut sempat memicu ketegangan serius dan membawa aliansi transatlantik ke salah satu krisis terdalam dalam beberapa tahun terakhir.

Rasmussen menilai eskalasi tersebut kini mulai mereda dan proses dialog kembali berada di jalur yang tepat. Di tengah perkembangan ini, Kerajaan Denmark juga menunjukkan respons simbolis.

Raja Frederik X dijadwalkan melakukan kunjungan ke Greenland pada 18 Februari. Kunjungan tersebut bertujuan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat setempat yang disebut merasa resah akibat polemik internasional dalam beberapa pekan terakhir.

Trump sebelumnya mengklaim telah mencapai kesepakatan kerangka dengan NATO untuk memperkuat pengaruh Amerika Serikat di kawasan Arktik. Namun, hingga kini belum ada rincian konkret yang diumumkan.

Sementara itu, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland menegaskan penolakan untuk membahas penyerahan kedaulatan wilayah tersebut. Utusan khusus Amerika Serikat untuk Greenland, Jeff Landry, mengatakan bahwa detail kesepakatan masih dalam pembahasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan optimisme terhadap jalannya perundingan. Ia berharap proses tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang baik bagi semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....