Apa Itu Virus Nipah? Ini Penjelasan dan Gejalanya

  • 27 Jan 2026 14:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Virus Nipah merupakan virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus tersebut dapat menular baik melalui kontak langsung, makanan yang terkontaminasi, maupun penularan antarmanusia.

Infeksi pada manusia dapat bersifat tanpa gejala hingga berkembang menjadi penyakit pernapasan akut dan ensefalitis yang mematikan. Tingkat kematian akibat Virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40-75 persen, dilansir dari WHO Top of Form, Selasa, 27 Januari 2026.

Wabah Virus Nipah pertama kali dikenali pada 1999 di Malaysia. Virus tersebut kemudian terdeteksi di Bangladesh pada 2001, yang sejak itu mengalami wabah hampir setiap tahun.

Kasus juga muncul secara berkala di wilayah India bagian timur. Keberadaan virus ini ditemukan pada kelelawar buah dari genus Pteropus sebagai inang alami.

Hal tersebut menempatkan sejumlah negara di Asia dan Afrika dalam risiko paparan. Pada wabah awal, penularan pada manusia terutama terjadi melalui kontak langsung dengan babi yang sakit.

Pada wabah-wabah berikutnya, penularan lebih banyak dikaitkan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti produk buah yang terpapar sekresi kelelawar. Selain itu, penularan antarmanusia sering terjadi di lingkungan keluarga dan fasilitas kesehatan.

Gejala awal infeksi meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah. Pada kasus yang berat, gejala tersebut dapat berkembang menjadi gangguan neurologis, koma, hingga kematian.

Masa inkubasi umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari, meski dalam beberapa kasus bisa lebih lama. Sebagian penyintas dilaporkan mengalami gangguan neurologis jangka panjang.

Hingga saat ini belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk Virus Nipah, sehingga penanganan difokuskan pada perawatan suportif dan intensif. Upaya pencegahan Virus Nipah menitikberatkan pada pengendalian wabah pada hewan, terutama babi.

Langkah ini penting untuk memutus rantai penularan dari hewan ke manusia. Selain itu, pengurangan risiko paparan pada manusia menjadi fokus utama pencegahan.

Edukasi masyarakat terus ditingkatkan agar masyarakat memahami cara melindungi diri dari virus tersebut. WHO mendukung negara-negara terdampak dan berisiko melalui panduan teknis untuk pencegahan serta penanganan wabah Virus Nipah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....