Virus Pernapasan Meluas, Sistem Kesehatan Gaza Terancam Runtuh
- 24 Jan 2026 16:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Gaza - Seorang pejabat senior kesehatan di Gaza memperingatkan penyebaran cepat virus pernapasan berbahaya yang telah merenggut banyak nyawa. Ia juga mengatakan bahwa virus tersebut mendorong sistem kesehatan di wilayah tersebut ke ambang keruntuhan total.
Melansir dari Anadolu, peringatan tersebut disampaikan pada Senin, 19 Januari 2026 di tengah kondisi layanan medis yang semakin memburuk. Direktur Medis Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan rumah sakit telah mencatat kematian akibat wabah tersebut.
Kematian yang tercatat terutama di kalangan anak-anak, lansia, dan pasien dengan penyakit kronis. Ia menyebut situasi yang terjadi sebagai bencana kesehatan yang belum pernah dialami sebelumnya, dengan kondisi yang memburuk sangat cepat.
Menurut Abu Salmiya, virus yang diduga berkaitan dengan influenza atau virus corona itu menyebar di semua kelompok usia. Penyebaran semakin diperparah oleh malnutrisi parah, trauma psikologis berkepanjangan, serta hampir tidak adanya program vaksinasi.
Pasien dilaporkan mengalami gejala berat hingga dua minggu. Gejala tersebut seperti demam tinggi, nyeri sendi dan tulang, sakit kepala, serta muntah, yang dalam banyak kasus berkembang menjadi pneumonia akut.
Kondisi tersebut sangat mematikan bagi warga yang mengungsi dan tinggal di tenda-tenda tanpa perlindungan memadai. Tenda-tenda yang mereka tempati tidak dapat melindungi dari cuaca dingin, kelembapan, dan kepadatan.
Abu Salmiya menyatakan sistem kesehatan Gaza kini berada dalam kondisi terburuk sejak perang dimulai. Rumah sakit kekurangan pasokan medis paling dasar, termasuk antibiotik, obat kanker, serta perawatan dialisis.
Selain itu, krisis kesehatan mental juga semakin parah akibat hancurnya fasilitas psikiatri dan kelangkaan obat-obatan. Sekitar 70 persen laboratorium medis di Gaza dilaporkan tidak lagi berfungsi, sehingga dokter kesulitan melakukan pemeriksaan diagnostik dasar.
Otoritas kesehatan Palestina menuduh Israel menghalangi masuknya bantuan medis. Hal tersebut dinilai memperparah krisis kemanusiaan dan mengancam lebih banyak nyawa jika tidak segera ditangani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....