Presiden Bawa Capaian Konkret Usai Lawatan ke Inggris

  • 22 Jan 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris dengan membawa capaian konkret bagi kepentingan nasional. Hasil kunjungan tersebut mencakup komitmen investasi, penguatan kerja sama maritim, hingga kolaborasi pendidikan tinggi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menjalani sejumlah pertemuan penting selama berada di Inggris. Pertemuan tersebut antara lain dilakukan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.

“Jadi hari ini tanggal 21 Januari 2026, Bapak Presiden sudah selesai melaksanakan kegiatan di Inggris. Ada beberapa pertemuan, yang pertama dengan Perdana Menteri Starmer,” ujar Seskab Teddy kepada awak media di Bandar Udara Stansted, London, Inggris, Rabu 21 Januari 2026.

Dari pertemuan dengan pemerintah Inggris, terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan kunjungan Presiden Prabowo. Kesepakatan tersebut meliputi investasi, kerja sama maritim, dan pembangunan kapal nelayan.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya saat diwawancarai awak media di Bandar Udara Stansted, London, Inggris, Rabu 21 Januari 2026.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

“Menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” ujar Teddy.

Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya.

Universitas yang terlibat antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pendidikan jangka panjang.

“Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan, jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia. Utamanya di bidang kedokteran, bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics, itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” kata Teddy.

Kerja sama pendidikan tersebut mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta pertukaran dosen. Pemerintah juga menargetkan peningkatan peringkat universitas Indonesia di tingkat global.

Di sela kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo tetap menjalankan agenda strategis nasional. Presiden memimpin rapat koordinasi melalui konferensi video dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

“Setelah rapat itu menerima laporan dari Satgas. Bapak Presiden memutuskan untuk mencabut izin perusahaan yang telah terbukti melanggar,” ucapnya.

“Intinya Bapak Presiden kalau ke luar negeri, beliau ingin ada yang didapatkan. Ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,” ujar Teddy..

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....