Pertumbuhan Ekonomi Kazakhstan 2025 Lebih 6 Persen

  • 12 Jan 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Astana: Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, mengklaim perekonomian negaranya tumbuh lebih dari 6 persen pada 2025. Kemudian produk domestik bruto (PDB) tercatat melampaui USD300 miliar, dan PDB per kapita melebihi USD15 ribu.

Meski begitu, Tokayev mengingatkan warganya agar tidak berpuas diri dan mendorong mereka untuk terus bekerja keras. "Kita harus bekerja keras karena masih banyak masalah yang belum terselesaikan," ujarnya dikutip Astana Times, Senin (5/1/2026).

Salah satu tantangan utama yang disebut Tokayev adalah inflasi yang terus mengikis peningkatan pendapatan rumah tangga. Menurut dia, pemerintah dan otoritas regional menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat kerangka sosial ekonomi negara.

"Kazakhstan telah mengambil langkah besar di sepanjang jalan modernisasi dan menjadi negara yang lebih beradab," ucapnya. Tokayev menambahkan masyarakat telah mengembangkan pemahaman lebih kuat tentang pentingnya transformasi skala besar untuk kesejahteraan generasi mendatang.

Menanggapi kekhawatiran publik terhadap kode pajak baru, Tokayev menekankan ini merupakan penataan ulang sistemik. Menurut dia, reformasi serupa sedang berlangsung secara global seraya mengingatkan usulan kenaikan pajak pertambahan nilai menjadi 20 persen.

Tokayev menekankan efektivitas kebijakan fiskal di seluruh dunia tidak hanya bergantung pada kualitas administrasi. Hal ini tergantung pada tingkat literasi pajak dan tanggung jawab warga negara.

Sementara itu, ekosistem digital Kazakhstan yang berkembang dengan peran Astana Hub kini telah menyatukan 2.000 perusahaan. Kemudian ekspor TI negara tersebut mencapai sekitar USD1 miliar pada 2025.

Presiden Tokayev juga telah membentuk Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital. Ini dilengkapi dengan pengesahan undang-undang tentang kecerdasan buatan dan peluncuran dua superkomputer nasional Alem.Cloud dan Al-Farabium.

"Kecerdasan buatan membentuk semacam titik balik antara negara-negara yang berhasil memasuki masa depan dan negara-negara yang tetap berada di masa lalu," ucapnya. Karena itu, Tokayev menegaskan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai prioritas bagi pembangunan Kazakhstan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....