Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan Hebat Australia

  • 09 Jan 2026 16:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Sydney: Jutaan orang di Victoria dan New South Wales diperingatkan untuk tetap waspada terhadap kebakaran hutan. Peringatan tersebut dikeluarkan termasuk di kota besar Sydney dan Melbourne, dilansir dari CNA.

Pada Jumat (9/1/2026), puluhan kota pedesaan di tenggara Australia terancam kebakaran. Angin panas memperparah kondisi “hectic” di wilayah pedesaan yang sangat kering.

Suhu diperkirakan akan melampaui 40 derajat Celcius di beberapa bagian wilayah tersebut. Kondisi ini menciptakan cuaca paling berbahaya sejak kebakaran “Black Summer” pada tahun 2019 hingga 2020.

Puluhan desa di Victoria diminta mengevakuasi diri selagi masih memungkinkan. Komisaris Manajemen Darurat Tim Wiebusch memperingatkan bahwa nyawa bisa terancam jika evakuasi tidak dilakukan segera.

Angin kencang lebih dari 100 km/jam juga menghentikan sementara pesawat pemadam kebakaran yang mencoba memadamkan sekitar 30 titik api. Kepala Country Fire Authority Jason Heffernan menyebut bahaya kebakaran ini “katastropik”, peringkat paling parah yang mungkin.

Ia juga memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi kerugian properti atau lebih buruk. Polisi melaporkan tiga orang, termasuk anak-anak, hilang di salah satu wilayah kebakaran.

Salah satu kebakaran paling merusak telah menghanguskan 28.000 hektare dekat kota Longwood, sekitar 150 km utara Melbourne. Beberapa properti kehilangan seluruh harta benda dan mata pencaharian, termasuk gudang pemotongan domba dan ternak.

Sejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Kebakaran terburuk sejauh ini melanda wilayah pedesaan dengan populasi yang jarang.

Foto-foto yang diambil menunjukkan langit malam menyala oranye akibat api, dengan bara api berjatuhan di mana-mana, membuat warga ketakutan. Kebakaran dekat kota Walwa menghasilkan panas yang cukup untuk membentuk badai lokal.

Perdana Menteri negara bagian Jacinta Allan menyebut hari tersebut sebagai salah satu hari kebakaran paling berbahaya beberapa tahun terakhir. Ia mendesak warga untuk mengungsi dan tidak mencoba menyelamatkan rumah, karena kebakaran sebesar ini tidak bisa dilawan secara langsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....