Kepolisian Australia Konfirmasi Korban Penembakan Massal Bondi
- 15 Des 2025 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kepolisian Australia mengonfirmasi identitas sejumlah korban penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney. Serangan itu menewaskan sedikitnya 15 warga sipil saat perayaan Hanukkah, Minggu (14/12/2025).
Melansir dari laman Reuters, sebagian korban diketahui merupakan anak-anak, tokoh agama, dan penyintas Holocaust. Otoritas menyebut, para korban berasal dari berbagai latar belakang usia dan kewarganegaraan.
Korban Anak dan Tokoh Agama
Kepolisian menyatakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Matilda menjadi salah satu korban. Keluarga menyebut Matilda berada di lokasi bersama kakaknya saat kejadian.
Pihak sekolah Matilda mengonfirmasi korban sempat menjalani perawatan sebelum meninggal. Sekolah menyampaikan duka mendalam dan menyebut Matilda sebagai murid yang ceria dan penuh semangat.
Dua rabi juga dilaporkan meninggal dalam insiden tersebut. Salah satunya adalah Rabbi Eli Schlanger, pemimpin komunitas Chabad Bondi dan penggagas acara Hanukkah.
Rabbi Schlanger dikenal luas di komunitas Yahudi Sydney. Ia meninggalkan seorang istri dan lima anak, dengan anak bungsu berusia dua bulan.
Penyintas Holocaust dan Warga Asing
Korban lainnya adalah Alexander Kleytman, penyintas Holocaust asal Ukraina. Keluarganya menyebut Alexander meninggal saat melindungi istrinya dari tembakan.
Selain itu, warga negara Prancis bernama Dan Elkayam turut menjadi korban. Pemerintah Prancis telah mengonfirmasi kematian Elkayam dan menyampaikan belasungkawa resmi.
Elkayam diketahui bekerja sebagai analis teknologi informasi dan aktif di komunitas olahraga lokal Sydney. Klub sepak bolanya menyebut korban sebagai sosok yang disegani rekan setim.
Korban Lain dan Dampak Komunitas
Seorang fotografer lepas sekaligus pensiunan polisi, Peter Meagher, juga meninggal dalam peristiwa tersebut. Ia berada di lokasi untuk mendokumentasikan kegiatan komunitas.
Korban lainnya termasuk Reuven Morrison dan Rabbi Yaakov Levitan, keduanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Komunitas Yahudi Australia menyebut serangan ini sebagai pukulan mendalam.
Kepolisian Australia masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait motif dan kronologi penembakan. Aparat meningkatkan pengamanan di berbagai lokasi perayaan Hanukkah sebagai langkah antisipasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....