RSF Setujui Gencatan Senjata dengan Militer Sudan
- 07 Nov 2025 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, el-Fasher: Pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menyatakan kesediaannya menerima proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah lebih dari dua tahun pertempuran antara RSF dan Sudanese Armed Forces (SAF).
RSF menyatakan pada Kamis (6/11/2025) akan menerima “gencatan senjata kemanusiaan” yang diusulkan oleh kelompok mediator pimpinan Amerika Serikat. Kelompok mediator yang dikenal sebagai Quad ini terdiri atas Amerika Serikat, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak kemanusiaan akibat perang dan meningkatkan perlindungan bagi warga sipil. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak militer Sudan terkait kesepakatan tersebut, dilansir dari Al Jazeera.
Penasihat senior AS Massad Boulos menyebut bahwa kedua pihak telah menyetujui secara prinsip rencana gencatan senjata. Kedua pihak juga tidak menunjukkan keberatan sejauh ini.
“Kami belum mencatat adanya penolakan awal dari kedua pihak. Saat ini kami berfokus pada rincian teknis,” kata Boulos pada Senin (3/11/2025) dalam pernyataan yang dikutip Sudan Tribune.
Rencana tersebut akan dimulai dengan gencatan senjata kemanusiaan selama tiga bulan. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan sipil baru.
RSF menunjukkan keinginan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua tahun. Namun, SAF masih menolak menghentikan pertempuran dan tidak percaya bahwa anggota RSF dapat kembali ke masyarakat.
Selain itu, SAF juga menolak keterlibatan Uni Emirat Arab dalam pembicaraan gencatan senjata. Mereka menuntut agar RSF menarik pasukannya dari semua kota yang didudukinya.
Militer Sudan belum menyetujui proposal tersebut karena masih memiliki sejumlah syarat yang sulit dipenuhi oleh RSF. Sementara itu, pemimpin militer Abdel Fattah al-Burhan menegaskan pasukannya akan terus berjuang melawan musuh dan berjanji membalas kematian warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....