Era Baru, Koresh Agung Masuki Kota Metropolitan Babel

  • 29 Okt 2025 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pendiri Kekaisaran Persia Akhemeniyah, Koresh Agung, secara resmi memasuki kota metropolitan Babel pada 29 Oktober tahun 539 SM. Kedatangannya, menandai penaklukkan Kekaisaran Neo-Babilonia dan dimulainya era baru di Asia Barat dengan kebijakan toleransi dan penghormatan HAM.

Melansir keterangan PBB, penaklukan Babel oleh Koresh atau Cyrus the Great dianggap peristiwa paling signifikan dalam sejarah kuno. Tidak seperti banyak penakluk sebelumnya, Koresh menolak untuk menjarah atau membantai penduduk.

Koresh memproklamasikan dirinya sebagai ‘Raja Babel, Raja Sumeria dan Akkad, Raja dari empat penjuru dunia’. Salah satu tindakan yang paling terkenal adalah pembebasan kaum Yahudi dari pembuangan Babel.

Pembebasan ini memungkinkan mereka untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci. Tindakan ini dicatat dalam Alkitab Ibrani, di mana Koresh dipuji sebagai penyelamat.

Warisan paling berharga dari penaklukan ini adalah Dekrit Koresh, sebuah prasasti tanah liat yang dikubur di fondasi Babel. Dalam dekrit tersebut, Koresh mendeklarasikan penghormatan terhadap tradisi, adat istiadat, dan agama bangsa-bangsa di bawah kekuasaannya.

Ia juga mengumumkan pemulihan kuil-kuil dan pengembalian patung-patung yang telah dijarah. Sejarawan dan PBB modern mengakui Silinder Koresh sebagai salah satu deklarasi HAM dan toleransi beragama pertama di dunia.

Mengutip NCR-Iran, Hari Koresh Agung diperingati setiap 29 Oktober, khususnya di Iran, untuk menandai masuknya Koresh ke Babel. Koresh dipandang sebagai pahlawan besar yang memperjuangkan hak asasi manusia pada salah satu periode tergelap dalam sejarah manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....