Ratu Sirikit, Ibu Suri Berpengaruh dalam Sejarah Thailand

  • 25 Okt 2025 20:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Ratu Sirikit, Ibu Suri Thailand, meninggal dunia pada usia 93 tahun, Jumat (24/10/2025). Ia wafat di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, setelah mengalami komplikasi kesehatan yang serius.

Ratu Sirikit adalah ibu dari Raja Thailand saat ini, Maha Vajiralongkorn, sekaligus istri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Istana kerajaan mengumumkan bahwa ia wafat pada Jumat malam pukul 21.21 di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok.

Ratu Sirikit dikenal luas karena pengabdiannya mendukung masyarakat pedesaan Thailand dan melestarikan kerajinan tradisional lokal. Selain itu, ia aktif terlibat dalam kegiatan diplomatik serta pernah bertemu berbagai tokoh internasional terkenal.

Ia menikah dengan Raja Bhumibol Adulyadej dan menjadi ibu bagi beberapa anggota keluarga kerajaan Thailand. Pasangan ini awalnya fokus pada diplomasi internasional, kemudian mengalihkan perhatian pada pembangunan dan kesejahteraan dalam negeri.

Ratu Sirikit mendirikan yayasan untuk melatih masyarakat desa mengembangkan kerajinan tradisional secara berkelanjutan. Ia juga memimpin berbagai inisiatif pelestarian lingkungan hidup serta perlindungan satwa liar di seluruh Thailand.

Beberapa tahun terakhir, Ratu Sirikit jarang tampil di depan publik karena kondisi kesehatannya menurun. Ia dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu sebelum akhirnya meninggal dunia akibat infeksi serius.

Pemerintah Thailand menetapkan masa berkabung nasional untuk menghormati wafatnya Ibu Suri Thailand. Selama periode ini, bendera dikibarkan setengah tiang dan masyarakat diminta mengenakan pakaian hitam putih.

Raja Vajiralongkorn mengumumkan masa berkabung resmi selama satu tahun untuk keluarga kerajaan dan seluruh staf istana. Jenazah Ratu Sirikit akan ditempatkan di Istana Agung Bangkok untuk penghormatan dari publik dan anggota keluarga kerajaan.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menunda perjalanan luar negeri untuk memimpin kegiatan berkabung nasional. Negara-negara tetangga juga menyesuaikan protokol diplomatik sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Ratu Sirikit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....