Prancis dan Inggris Menyusun Resolusi Pasukan Gaza
- 17 Okt 2025 15:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Paris: Prancis dan Inggris sedang menyusun resolusi Dewan Keamanan PBB. Resolusi ini akan menjadi dasar pembentukan pasukan internasional di Gaza, bekerja sama dengan Amerika Serikat, dilansir dari Reuters, Jumat (17/10/2025).
Langkah ini muncul seiring gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas yang dimediasi AS. Perencanaan pasukan internasional bertujuan menstabilkan keamanan di wilayah Palestina pasca-perang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreux, menegaskan, mandat PBB diperlukan agar pasukan memiliki dasar hukum internasional yang kuat. Hal ini juga akan mempermudah kontribusi dari negara-negara anggota.
Prancis tengah berdiskusi dengan AS dan Inggris terkait resolusi ini, yang diharapkan akan diajukan dalam beberapa hari mendatang. Gedung Putih menyatakan bahwa banyak negara tertarik untuk berkontribusi pada pasukan internasional tersebut.
Negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, dan Azerbaijan. Pasukan stabilisasi ini diperkirakan membutuhkan waktu untuk terbentuk karena ruang lingkup misi internasional masih sedang disusun.
Resolusi Dewan Keamanan akan mengesahkan mandat pasukan internasional. Resolusi ini juga memberi wewenang kepada negara penyumbang untuk mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk penggunaan kekuatan jika dibutuhkan.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa rincian misi ini masih dalam proses penyusunan. Sementara itu, Paris menjadi tuan rumah pertemuan dengan negara Eropa dan Arab pada 10 Oktober untuk membahas transisi pasca-perang Gaza.
Misi ini tidak akan menjadi pasukan perdamaian resmi PBB yang dibiayai oleh dunia. Sebagai gantinya, misi ini akan meniru model penyebaran pasukan internasional yang pernah dilakukan di Haiti.
Saat ini, sekitar dua lusin pasukan AS sudah berada di Gaza untuk keperluan koordinasi dan pengawasan, sementara Italia menyatakan kesediaannya ikut berpartisipasi. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan siap mengirim 20.000 tentara jika resolusi PBB disahkan.
Majelis Umum PBB bulan lalu mendukung solusi dua negara, termasuk penyebaran misi stabilisasi internasional sementara di Gaza. Langkah ini diharapkan menstabilkan keamanan, mendukung transisi pasca-konflik, dan memperkuat kolaborasi internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....