Prancis Desak Sanksi Baru Jika Rusia Tolak Perdamaian

  • 19 Agt 2025 13:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Washington: Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan peningkatan sanksi terhadap Rusia jika upaya diplomasi gagal menghasilkan perdamaian di Ukraina. Ia menegaskan kembali keyakinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesepakatan masih mungkin tercapai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Presiden Trump percaya kita bisa mencapai kesepakatan dan percaya bahwa Presiden Putin juga menginginkan perjanjian damai,” kata Macron kepada wartawan setelah pembicaraan di Gedung Putih, Senin (18/8/2025).

“Namun jika pada akhirnya proses ini ditanggapi dengan penolakan, kami juga siap mengatakan bahwa kami perlu meningkatkan sanksi,” tegasnya, dikutip dari Le Monde.

Macron menyinggung langkah terbaru pemerintahan Trump yang menjatuhkan sanksi sekunder terhadap India. Negara tersebut kini menjadi pembeli utama energi Rusia setelah negara-negara Barat memangkas impor akibat invasi ke Ukraina.

Menurut Macron, sanksi tersebut telah memberikan dampak signifikan dan menjadi bukti bahwa tekanan ekonomi bisa efektif. Macron menekankan bahwa Rusia harus ditekan apabila menolak terlibat dalam proses perdamaian.

Pertemuan Macron dengan Trump berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden AS itu menggelar pertemuan dengan Putin di Alaska. Tiga hari kemudian, Trump juga mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Gedung Putih untuk membahas konflik.

Namun, pada akhir pekan, Trump kembali memicu kontroversi dengan menekan Ukraina untuk bersedia menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Rusia. Sikap ini dianggap sejalan dengan posisi Putin dan mendapat penolakan keras dari Zelensky.

Menanggapi pertanyaan apakah Trump menuntut konsesi wilayah sebelum memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, Macron menegaskan hal itu tidak pernah dibahas. Ia menambahkan bahwa pembicaraan masih jauh dari isu tersebut.

Macron juga menyebut bahwa Trump dan para pemimpin Eropa sepakat untuk tidak membatasi kekuatan militer Ukraina di masa depan. Menurut mereka, Ukraina harus memiliki militer yang kuat dan tangguh agar mampu menahan potensi serangan Rusia di kemudian hari.

Lebih lanjut, Macron menyatakan harapannya agar Rusia dan Ukraina dapat segera melanjutkan kontak diplomatik. Ia bahkan membuka kemungkinan adanya KTT trilateral antara Trump, Putin, dan Zelensky dalam dua hingga tiga minggu mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....