Pertemuan Putin-Trump Tentukan Pasar Global? Simak Ulasan Ini
- 13 Agt 2025 10:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pasar global menanti hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di Alaska pada 15 Agustus 2025.
Harga minyak dunia bergerak tipis pada Selasa (12/8/2025) pagi, mencerminkan sikap tunggu pelaku pasar. Minyak Brent kontrak Oktober 2025 berada di US$ 66,75, sedangkan WTI US$ 64,02 per barel.
Pergerakan tipis terjadi setelah aksi jual berhenti, dengan fokus pada pembahasan damai Rusia-Ukraina. Ekspektasi muncul, kegagalan perundingan berpotensi memicu sanksi lebih berat terhadap Rusia.
Trump sebelumnya menegaskan kedua pihak harus menyerahkan sebagian wilayah demi mengakhiri perang. Ia memberi tenggat hingga 8 Agustus agar Rusia menyetujui perdamaian atau pembelinya terkena sanksi sekunder.
Washington juga menekan India mengurangi pembelian minyak Rusia, memengaruhi dinamika pasokan global. UBS memangkas proyeksi harga Brent akhir tahun menjadi US$ 62 per barel.
Trump menyebut pertemuan itu sebagai “penjajakan” untuk mengukur minat Putin pada kesepakatan. Ia yakin hanya butuh dua menit untuk menilai ketulusan Putin.
Jika kesepakatan tercapai, Trump akan menyampaikan hasilnya kepada Uni Eropa, NATO, dan Presiden Zelenskyy. Pertemuan lanjutan dapat melibatkan ketiga pemimpin tersebut secara langsung.
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengagendakan KTT virtual pada Rabu. Forum ini membahas tekanan terhadap Rusia, isu wilayah Ukraina, dan tahapan pembicaraan damai.
Analis Price Futures Group menilai pasar menimbang risiko gencatan senjata terhadap pasokan minyak Rusia. Keseimbangan antara potensi damai dan pasokan membuat harga berfluktuasi seperti yo-yo.
Pasokan global juga dipengaruhi produksi minyak Guyana yang dipercepat dan lemahnya permintaan industri China. Faktor-faktor ini menambah kompleksitas menjelang pertemuan Trump-Putin yang dipandang krusial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....