Pemerhati: Sengketa Laut Ambalat Dapat Diselesaikan secara Diplomatik

  • 10 Agt 2025 03:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Heru Susetyo Nuswanto, menyebut pernyataan Menlu Malaysia soal Blok Ambalat telah memicu polemik. Sebab, pernyataan tersebut berkaitan dengan sengketa wilayah yang sudah berlangsung cukup lama antara kedua negara.

"Ini merupakan warisan lama sejak kasus Pulau Sipadan dan Ligitan yang dimenangkan Malaysia pada 2002," kata Heru kepada Pro 3 RRI.

Ia menegaskan bahwa tumpang-tindih klaim terjadi pada landas kontinen di sekitar Blok Ambalat. Hal tersebut dipicu perbedaan dasar penarikan batas laut oleh Indonesia dan Malaysia.

"Indonesia sebagai negara kepulauan menarik batas dari pulau terluar, sedangkan Malaysia dari garis pantai," ujarnya.

Dalam pandangannya, Heru memaparkan bahwa masalah ini dapat diselesaikan melalui pendekatan diplomatik. Ia mebyebut kedua negara sebaiknya menghindari pernyataan provokatif yang berpotensi memperkeruh suasana.

"Kedua pihak perlu duduk bersama, membicarakan opsi pengelolaan bersama, atau melibatkan pihak ketiga," ucap Heru.

Ia juga menggarisbawahi bahwa potensi sumber daya migas di wilayah tersebut menjadi faktor pemicu tingginya tensi. Menurutnya, hal ini wajar karena cadangan minyak dan gas di sana sangat signifikan.

Heru menambahkan bahwa nama wilayah tidak seharusnya menjadi fokus utama konflik berkepanjangan. Sebaliknya, kedua negara perlu menekankan diplomasi demi menjaga hubungan baik kedua negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....