Hari Pengungsi Sedunia Diperingati 20 Juni, Ini Sejarahnya

  • 20 Jun 2025 10:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Hari Pengungsi Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap para pengungsi diperingati setiap tanggal 20 Juni. Hari ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2000, dikutip dari laman resmi Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Peringatan pertamanya secara global berlangsung pada 20 Juni 2001, bertepatan dengan 50 tahun Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi. Hari ini sebelumnya dikenal sebagai Hari Pengungsi Afrika.

Para pengungsi merupakan individu yang terpaksa meninggalkan negaranya akibat perang, teror, atau krisis kemanusiaan lainnya. Namun, meninggalkan rumah mereka bukanlah akhir dari penderitaan.

Banyak pengungsi harus tinggal di kamp-kamp pengungsian yang sering kali tidak layak huni, bahkan membahayakan keselamatan. Kamp-kamp ini juga tidak dirancang untuk kehidupan jangka panjang.

Proses pemindahan ke negara baru pun sangatlah rumit dan panjang. Para pengungsi tidak selalu dapat memilih negara tujuan, dan birokrasi yang rumit dapat membuat mereka menunggu selama bertahun-tahun.

Krisis pengungsi semakin menjadi sorotan utama di panggung global dalam beberapa tahun terakhir. Hari Pengungsi Sedunia menjadi momen penting untuk menunjukkan solidaritas kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat internasional terhadap nasib pengungsi, mendorong dukungan politik, serta bantuan kemanusiaan. PBB menegaskan, pengungsi tidak hanya perlu dilindungi agar bisa bertahan hidup, tetapi juga diberi kesempatan untuk berkembang.

Melalui peringatan ini, dunia diingatkan bahwa hak, kebutuhan, dan mimpi para pengungsi harus dihargai. Berbagai kegiatan digelar di banyak negara untuk mendukung para pengungsi setiap tahunnya.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas lokal, perusahaan, tokoh publik, hingga pelajar. Pengungsi sendiri sering kali turut berpartisipasi dalam acara-acara berupa pameran, pertunjukan seni, diskusi publik, hingga kampanye digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....