Gunung Meletus 30 Jam, Ratusan Warga Guatemala Dievakuasi

  • 07 Jun 2025 10:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Kota Guatemala: Gunung api Fuego di Guatemala mengalami letusan selama sekitar 30 jam yang menyemburkan abu tinggi sebelum akhirnya mereda. Sebagai langkah pencegahan, otoritas setempat mengevakuasi lebih dari 700 orang dari wilayah-wilayah terdampak, dilansir dari Reuters, Sabtu (7/6/2025).

Letusan ini menimbulkan kekhawatiran akan bahaya lava pijar dan semburan abu vulkanik yang bisa mengancam keselamatan warga. Badan seismologi INSIVUMEH melaporkan adanya aliran lava yang mulai terbentuk di sekitar kawah gunung.

Sementara itu, kolom abu terpantau mencapai ketinggian sekitar 5 kilometer di atmosfer. Gunung api Fuego sendiri terletak sekitar 18 kilometer dari kota wisata Antigua Guatemala.

Warga dievakuasi dari daerah Escuintla, Sacatepequez, dan Chimaltenango yang berada di sekitar lereng gunung. Ratusan keluarga, termasuk anak-anak, mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Mereka tidur beralaskan kasur lapangan di dalam pos darurat yang disiapkan pemerintah. Aktivitas vulkanik mulai meningkat sejak Rabu (4/6/2025) sore, namun, pada Jumat (6/6/2025) tengah hari waktu setempat, INSIVUMEH menyatakan letusan telah berakhir.

Berdasarkan pantauan kamera, tidak terlihat lagi adanya semburan lava maupun getaran di tanah. Abu yang sebelumnya pekat di udara juga telah berkurang secara signifikan, sehingga letusan dinyatakan selesai.

Letusan ini sempat ditandai dengan semburan asap tebal, aliran lava yang mengalir ke lereng, dan awan panas yang meluncur ke bawah. Gunung api Fuego memang dikenal sebagai salah satu gunung paling aktif di kawasan tersebut.

Letusan kali ini dinilai lebih terkendali berkat evakuasi dini dan koordinasi cepat dari otoritas. Negara Guatemala sendiri memiliki sekitar 37 gunung api, meski sebagian besar dianggap tidak aktif atau telah punah.

Letaknya di wilayah Cincin Api Pasifik membuat Guatemala rawan terhadap aktivitas seismik dan vulkanik. Ukurannya setara dengan negara bagian Tennessee di Amerika Serikat.

Badan penanggulangan bencana CONRED mengoordinasikan upaya tanggap darurat secara cepat, yang berhasil mencegah korban jiwa dalam insiden kali ini. Koordinasi antarlembaga dan kesigapan warga dalam mengikuti instruksi evakuasi turut membantu menekan dampak bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....