Jepang Gagal Dapat Keringanan Tarif dari AS

  • 11 Mar 2025 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Tokyo: Kementerian Perdagangan Jepang gagal memperoleh jaminan terkait keringanan tarif bea masuk produk-produk negaranya ke Amerika Serikat (AS). Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Jepang, Yoji Muto, seperti dikutip AP News, Selasa (11/3/2025).

Muto berada di Washington untuk menegosiasikan keringanan tarif impor produk Jepang yang akan berlaku mulai Rabu (12/3/2025). Dia bertemu Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett.

Menurut Muto, Jepang berkontribusi besar pada perekonomian AS melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja. "Tidak seharusnya produk-produk kami seperti mobil, baja, dan aluminium dikenakan bea masuk hingga 25 persen," ujarnya.

Pejabat AS mengakui kontribusi Jepang terhadap ekonomi AS, tetapi tetap tidak memberikan jaminan pengecualian tarif bagi mitranya itu. Karena itu, Muto menyatakan Jepang harus terus berupaya guna menghindari dampak buruk kebijakan tersebut.

Ekspor kendaraan bermotor memang menjadi andalan perekonomian Jepang selama ini. Sehingga, kebijakan tarif bea masuk yang dikenakan AS, yang merupakan pasar utamanya, jelas akan memukul industri otomotifnya.

Presiden AS Donald Trump mengkritik kontribusi Jepang terkait kerja sama pertahanan kedua negara yang menambah ketegangan dengan Tokyo. Menurut Muto, Jepang dan AS sudah sepakat mencari solusi terbaik terkait hal ini demi kepentingan nasional kedua negara.

Di sisi lain, Pemerintah Jepang juga tengah mencari strategi alternatif untuk mengurangi dampak tarif AS terhadap industrinya. Misalnya dengan memperluas diplomasi ekonominya dan perdagangannya dengan negara-negara lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....