Kebakaran Los Angeles Sebabkan Kerugian hingga Rp2.679,5 Triliun
- 07 Feb 2025 09:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Los Angeles: Total kerugian properti dan modal oleh dua kebakaran hutan terbesar di Los Angeles mencapai US$164 miliar (Rp2.679,5 triliun). Itu merupakan laporan terbaru dari University of California, Los Angeles (UCLA), dikutip dari Xinhua, Jumat (7/2/2025).
Laporan tersebut menyebutkan, kerugian yang diasuransikan mencapai US$ 75 miliar (Rp1.225,4 triliun). Laporan tersebut disusun oleh ekonom UCLA Anderson Forecast, Zhiyun Li dan William Yu.
Kebakaran ini juga diperkirakan akan menyebabkan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) Los Angeles County. Penurunan tersebut diperkirakan sebesar 0,48 persen pada 2025, nilainya mencapai US$4,6 miliar (Rp75,1 triliun).
Total kerugian upah bagi bisnis dan pekerja di daerah terdampak mencapai US$297 juta (Rp4,8 triliun). Laporan ini menyoroti pentingnya investasi dalam mitigasi kebakaran hutan, untuk mengurangi dampak ekonomi dan sosial di masa depan.
Tanpa langkah pencegahan yang efektif, warga California akan menghadapi premi asuransi yang semakin mahal. Warga California juga akan menghadapi meningkatnya risiko kesehatan, akibat polusi kebakaran hutan.
Pasar perumahan di Los Angeles, khususnya untuk unit sewa, diperkirakan akan semakin tidak terjangkau. Bulan lalu, hutan Los Angeles County terbakar, menewaskan 28 orang, dan menghancurkan lebih dari 16 ribu bangunan.
Kebakaran Palisades menghanguskan lebih dari 23.700 hektare, sementara kebakaran Eaton membakar sekitar 14 ribu hektare. Sebagai daerah dengan populasi terbesar di Amerika Serikat, Los Angeles menghadapi tantangan besar dalam pemulihan ekonomi akibat bencana ini.
UCLA memperingatkan, kebakaran hutan yang semakin sering terjadi akan berdampak jangka panjang terhadap ekonomi lokal, bisnis, dan properti. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, sementara infrastruktur serta layanan publik juga mengalami kerusakan parah.
Para ahli menekankan pentingnya kebijakan pengelolaan kebakaran hutan yang lebih baik untuk mengurangi risiko di masa depan. Pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat meningkatkan langkah mitigasi, guna mencegah kejadian serupa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....