Pengurangan Emisi, APP Group Tekankan Pentingnya Transisi Energi

  • 15 Nov 2024 10:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Azerbaijan: Asia Pulp and Paper (APP) Group berkomitmen meningkatkan kontribusi pada pencapaian target iklim Indonesia serta tujuan global. Komitmen ini dilakukan melalui inisiatif dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan.

Melalui partisipasinya dalam Konferensi Perubahan Iklim COP 29 di Azerbaijan, APP Group menekankan pentingnya transisi energi menuju pengurangan emisi. Utamanya, di sektor industri.

“APP, sebagai bagian dari industri pulp dan kertas, berperan penting dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia. Kami berkomitmen mengurangi emisi di seluruh rantai pasokan dan proses produksi, menjalankan praktik pengelolaan hutan bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba dalam keterangan tertulis, Jumat (15/11/2024).

Menurutnya, keberlanjutan menjadi inti dari strategi bisnis APP, yang diwujudkan melalui program SRV2030. Di mana berfokus pada dekarbonisasi, energi terbarukan, dan pengurangan intensitas penggunaan air.

Ia juga menyoroti, transisi energi yang dilakukan APP. Di mana mencakup effiensi dan menambah pemakaian biomassa untuk menurunkan emisi.

Ia berharap, pasokan biomassa terkontrol serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Hal ini untuk mendukung daya serap karbon alami.

“Pentingnya menghitung resiko dan membuat rencana lebih teliti sehingga upaya dekarbonisasi bisa terus diupayakan. Meskipun investasi diperlukan demi menuju industri yang lebih hijau secara berkesinambungan," ujarnya.

"Salah satunya, melakukan upaya konservasi dan perlindungan hutan untuk penyerapan karbon,” ucapnya. APP, lanjut dia, juga telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui penggunaan biomassa dan panel surya.

Di antaranya pada fasilitas pabrik Indah Kiat dan Tjiwi Kimia. Kemudian juga OKI yang 98 persen energinya berasal dari sumber terbarukan.

“Peningkatan efisiensi mesin pembakaran yang sudah berumur sedang dianalisa untuk mencari peluang. Utamanya, dalam penurunan emisi karbon dalam proses peningkatan kontribusi energi terbarukan,” katanya, menambahkan.

APP menyadari bahwa transisi menuju energi hijau memerlukan investasi besar. Termasuk penerapan teknologi rendah karbon dan energi hijau.

“Mekanisme pembiayaan yang kuat sangat penting untuk memastikan transisi yang adil. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar konsesi kami,” kata Elim.

Melalui partisipasinya dalam COP 29, APP berharap dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor. Utamanya, untuk mengatasi tantangan perubahan iklim secara berkelanjutan.

"APP berkomitmen mendukung aksi nyata dalam bidang dekarbonisasi, inovasi energi terbarukan. Kemudian, pendekatan keberlanjutan berbasis komunitas, guna menciptakan masa depan yang lebih hijau," ujarnya.

Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha mengatakan, pemerintah sedang merevisi regulasi untuk memprioritaskan energi terbarukan. Sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Langkah ini membuka peluang besar bagi bisnis dan negara dalam transisi menuju dekarbonisasi. Sekaligus menawarkan ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru yang ramah lingkungan,” kata Satya.

Ketua Kadin Net Zero Hub, Dharsono Hartono mengatakan, Kadin mendukung UMKM dan industri padat modal melakukan dekarbonisasi. Ia berharap, bersama pemerintah baru maka sektor UMKM dapat bergerak menuju ekonomi hijau.

“Kadin mendukung perusahaan, terutama sektor UMKM, untuk bergerak menuju ekonomi hijau. Dengan pemerintahan baru, kami berharap pertumbuhan ekonomi dapat merata melalui peningkatan literasi perbankan,” kata Dharsono.

Berbagai pandangan yang disampaikan Elim Sritaba berada dalam sesi diskusi bertema 'Investing in a Green Tomorrow through Energy Transition'. Panel diskusi juga diramaikan Senior Managing Director di New Forests, Geoffrey Seeto serta Direktur Kebijakan di WBCSD, Clea Kaske-Kuck.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....