Unggas Jadi Alternatif Pengadaan Ternak, Dampak Penyakit Menular
- 10 Okt 2024 16:54 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Penyakit menular pada hewan yang ditemukan pada pertengahan tahun 2024 menyebabkan perubahan signifikan dalam program pengadaan ternak di Kabupaten Malinau.
Temuan kasus African Swine Fever (ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memaksa Dinas Pertanian Kabupaten Malinau untuk mengganti rencana pengadaan ternak babi dan sapi menjadi pengadaan unggas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Frent Tomy Lukas, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit yang dapat berdampak lebih luas.
"Setelah ditemukan kasus ASF dan PMK di beberapa desa, kami memutuskan untuk tidak melakukan pengadaan ternak babi dan sapi tahun ini, dan beralih ke pengadaan unggas," ungkap Frent Tomy dalam Rakor bersama Pjs Bupati Malinau.
Keputusan ini diambil menyusul hasil uji laboratorium yang mengonfirmasi dua desa di Malinau positif terjangkit ASF pada Agustus 2024. Penyakit tersebut sangat berdampak pada sektor peternakan, terutama bagi peternak babi yang terdampak langsung.
ASF merupakan penyakit yang sangat menular dan mematikan bagi babi, sementara PMK umumnya menyerang sapi. Perubahan program pengadaan ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran penyakit serta memberikan solusi bagi peternak yang terdampak wabah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....