Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Banjarmasin Berbahaya
- 22 Sep 2026 13:43 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Banjarmasin pada Selasa pagi 22 September 2026 dengan kondisi yang pekat.
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin membenarkan bahwa kualitas udara pada pagi hari tersebut berada dalam kondisi buruk.
- Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta mewaspadai tingginya konsentrasi partikulat di udara yang dapat membahayakan kesehatan.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Banjarmasin, Selasa, 22 September 2026 pagi. Kondisi tersebut cukup pekat dan mengganggu aktivitas masyarakat yang mulai berlangsung sejak pagi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Jefri Fransyah, membenarkan kondisi kualitas udara pada pagi hari tersebut berada dalam kondisi buruk. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta mewaspadai tingginya konsentrasi partikulat di udara.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari stasiun pemantauan di kawasan Kayu Tangi pada pukul 07.00 Wita, konsentrasi partikulat PM10 tercatat mencapai 1.556. Angka tersebut berada pada kategori hitam atau berbahaya.
Tingginya konsentrasi PM10 menunjukkan kualitas udara pagi itu perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Kabut asap juga disertai bau menyengat yang terasa di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin di tengah dampak karhutla yang masih terjadi. Pemantauan kualitas udara terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....